Ia datang membawa dua “beban besar” sekaligus.
Pertama, nama besar ayahnya.
Kedua, ekspektasi terhadap generasi muda profesional yang mulai masuk ke dunia politik nasional.
Kalimat sumpah yang ia ucapkan terdengar formal seperti biasa.
“Demi Allah, saya bersumpah akan memenuhi kewajiban saya sebagai anggota DPR dengan sebaik-baiknya dan seadil-adilnya.”
Tetapi di balik prosesi seremonial itu, ada perubahan lanskap politik yang perlahan sedang terjadi.
Senayan kini mulai dipenuhi wajah-wajah baru dengan latar belakang non-politisi tradisional: dokter, pengusaha digital, akademisi, influencer, hingga profesional muda.
Dan Golkar tampaknya membaca arah perubahan itu.
Dari Unair ke London, Lalu Berbelok ke Politik
Profil Adela membuat banyak orang cepat tertarik.
Ia bukan sekadar “anak pejabat” yang tiba-tiba masuk parlemen.
Latar belakang akademiknya cukup mentereng.
Universitas Airlangga menjadi tempatnya menyelesaikan pendidikan kedokteran. Setelah itu, ia melanjutkan spesialisasi Kedokteran Estetika di Queen Mary University of London.
Selanjutnya………………
