Dulu, kursi DPR identik dengan politisi senior, aktivis lama, atau tokoh partai yang matang dalam organisasi.

Kini wajah parlemen mulai berubah.

Lebih muda.

Lebih visual.

Lebih “media friendly”.

Dan kadang lebih populer sebelum benar-benar teruji secara politik.

Pertanyaannya sekarang bukan lagi bagaimana Adela masuk ke DPR.

Tapi apa yang akan ia lakukan setelah masuk.

Karena di Senayan, sorotan kamera mungkin bisa membuka pintu. Tapi hanya kerja nyata yang bisa membuat publik bertahan memberi kepercayaan.

Dan mulai hari ini, dokter estetika lulusan London itu tidak lagi hanya bicara soal kecantikan wajah.

Ia mulai berhadapan dengan wajah lain yang jauh lebih rumit: politik Indonesia.