Bagi mahasiswa, keterlibatan ini menjadi kesempatan untuk menerapkan pengetahuan yang diperoleh di bangku kuliah secara langsung. Mereka tidak hanya belajar mengenai konsep kesehatan lingkungan, tetapi juga berinteraksi dengan masyarakat dan menyampaikan informasi menggunakan pendekatan yang komunikatif.
Pengalaman tersebut sekaligus mempertemukan pembelajaran akademik dengan kebutuhan nyata masyarakat.
Rangkaian kegiatan ditutup dengan foto bersama, penyerahan hadiah kepada pemenang permainan, serta pembagian paket kebutuhan pokok kepada masyarakat.
Namun, esensi pengabdian ini lebih luas daripada kegiatan sehari di aula. Tantangan sesungguhnya terletak pada bagaimana pengetahuan yang diperoleh dapat diterapkan setelah kegiatan selesai.
Kebiasaan memilah dan membuang sampah dengan benar, menjaga saluran pembuangan, mengurangi genangan yang berpotensi menjadi tempat perkembangbiakan vektor, serta mengelola air limbah rumah tangga merupakan langkah-langkah yang membutuhkan keterlibatan bersama.
Perubahan perilaku juga tidak bisa dibebankan kepada warga semata. Kesadaran masyarakat perlu didukung oleh sarana sanitasi yang memadai, pengelolaan sampah yang berkelanjutan, dan dukungan berbagai pihak.
Melalui kegiatan di Pulau Barrang Lompo, Departemen Kesehatan Lingkungan FKM Unhas menjalankan salah satu unsur tridarma perguruan tinggi, yakni pengabdian kepada masyarakat.
Harapannya, edukasi yang disampaikan dapat menjadi bekal bagi warga untuk mengenali risiko kesehatan di lingkungan sekitar dan mengambil langkah pencegahan yang sesuai.
Sebab, lingkungan yang sehat bukan hanya urusan kebersihan halaman rumah. Ia juga berkaitan dengan air yang digunakan, sampah yang dihasilkan, saluran limbah yang dikelola, dan kepedulian setiap orang terhadap ruang hidup bersama.(*)
