Yang bikin publik makin heran, ada dugaan satu orang bisa berkali-kali dapat travel grant dalam waktu relatif singkat. Padahal, biasanya bantuan seperti itu harus lewat seleksi ketat dan kuotanya terbatas.
“Tidak umum seseorang bisa dapat berkali-kali tanpa kompetisi yang jelas,” katanya.
Meski begitu, MGBKI mengingatkan agar kasus ini tidak langsung digeneralisasi. Dunia riset Indonesia, kata dia, tetap banyak yang bekerja dengan jujur dan serius.
Camat Paling Merakyat Versi Pembaca
Polling ini partisipatif, bukan survei ilmiah. Indikator : Sisi kedekatan dengan warga, respons terhadap masalah, hingga dukungan pada aktivitas sosial dan ekonomi lokal.
Polling ini partisipasi pembaca, bukan survei ilmiah.
1 perangkat/IP = 1 suara
Ia juga menegaskan, praktik nakal seperti ini kalau pun benar terjadi, itu ulah oknum, bukan gambaran seluruh peneliti.
Kasus ini kini masih jadi perbincangan hangat di media sosial, sekaligus membuka diskusi baru soal penggunaan AI di dunia akademik—apakah jadi alat bantu, atau malah disalahgunakan buat “akalin sistem.” (ed)
