MIAMI — Menjelang duel perebutan juara ketiga Piala Dunia 2026, sejarah ternyata masih memihak Inggris. Namun jika melihat tren dalam dua dekade terakhir, justru Prancis yang lebih sering membuat The Three Lions pulang dengan kepala tertunduk.

Duel di Hard Rock Stadium, Miami, Minggu (19/7/2026) dini hari WIB, bukan sekadar perebutan medali perunggu. Pertandingan ini juga menjadi ajang pembuktian siapa yang sebenarnya lebih superior di antara dua kekuatan besar Eropa tersebut.

Inggris Masih Raja dalam Statistik

Secara keseluruhan, Inggris memiliki catatan yang lebih baik dalam sejarah pertemuan kedua tim.

Dari 32 pertandingan di semua ajang, Inggris berhasil meraih 17 kemenangan. Sementara Prancis baru mencatatkan 10 kemenangan, sedangkan 5 laga lainnya berakhir imbang.

Angka itu menunjukkan dominasi Inggris dalam sejarah panjang rivalitas kedua negara.

Namun statistik tersebut menyimpan cerita lain.

Prancis Menguasai Era Modern

Jika catatan lama dikesampingkan dan fokus diarahkan ke era sepak bola modern, situasinya berubah drastis.

Dalam lima pertemuan terakhir, Prancis berhasil memenangkan tiga pertandingan, Inggris hanya sekali menang, dan satu laga berakhir imbang.

Berikut hasil lima duel terakhir kedua tim:

  • 10 Desember 2022: Inggris 1-2 Prancis (Piala Dunia)
  • 13 Juni 2017: Prancis 3-2 Inggris (Persahabatan)
  • 17 November 2015: Inggris 2-0 Prancis (Persahabatan)
  • 11 Juni 2012: Prancis 1-1 Inggris (Euro)
  • 17 November 2010: Inggris 1-2 Prancis (Persahabatan)

Dari data tersebut terlihat jelas bahwa Les Bleus lebih sering tersenyum dalam era modern.

Inggris Pernah Sapu Bersih Prancis di Piala Dunia

Menariknya, sejarah Piala Dunia pernah menjadi milik Inggris.

Sebelum pertemuan di Miami, kedua tim baru tiga kali bertemu di putaran final Piala Dunia.

Hasilnya:

TahunBabakHasil
1966Fase GrupInggris 2-0 Prancis
1982Fase GrupInggris 3-1 Prancis
2022Perempat FinalInggris 1-2 Prancis

Selama puluhan tahun, Inggris selalu menang atas Prancis di panggung Piala Dunia.

Namun rekor itu akhirnya pecah di Qatar 2022.

Luka Inggris Bernama Qatar

Bagi para pendukung Inggris, kekalahan di Piala Dunia 2022 masih menjadi salah satu kenangan paling menyakitkan.

Saat itu Prancis menang 2-1 lewat gol Aurélien Tchouaméni dan Olivier Giroud.

Inggris sebenarnya memiliki peluang emas menyamakan kedudukan pada menit-menit akhir. Namun penalti kedua yang dieksekusi Harry Kane melambung tinggi di atas mistar.

Momen itu masih membekas hingga kini.

Karena itulah laga perebutan juara ketiga di Miami memiliki makna lebih dari sekadar perebutan perunggu.

Deschamps vs Tuchel

Pertandingan ini juga menjadi benturan dua misi berbeda.

Di kubu Prancis, Didier Deschamps berpeluang menutup pengabdiannya bersama Les Bleus dengan sebuah kemenangan.

Sementara di pihak Inggris, Thomas Tuchel berusaha menghapus bayang-bayang kegagalan masa lalu sekaligus membuktikan bahwa generasi Inggris saat ini mampu menaklukkan rival yang selama beberapa tahun terakhir menjadi mimpi buruk mereka.

Sejarah memang masih menempatkan Inggris di atas Prancis dengan 17 kemenangan berbanding 10.

Tetapi sepak bola tidak dimainkan berdasarkan sejarah.

Dan dalam era modern, statistik justru berbicara lain:

Prancis lebih sering menang ketika pertandingan besar benar-benar berarti. (*)