Sidrap, katasulsel.com — Fase akhir data lock Polling “Camat Paling Merakyat Versi Pembaca” Katasulsel.com memasuki injury time.
Setelah berjalan hampir dua bulan penuh, ruang partisipasi publik ini akan resmi ditutup 3 Juni 2023, tepat pukul 00.00 WITA, malam ini. Artinya, semua suara yang masuk setelah batas waktu itu otomatis tidak lagi masuk dalam penghitungan.
Dalam istilah polling digital, momen seperti ini sering disebut final hour volatility—fase di mana pergerakan suara kecil masih bisa memunculkan perubahan narasi, meski peta besar biasanya sudah mulai terkunci.
Namun di tengah dinamika itu, posisi puncak masih relatif stabil.
Camat Paling Merakyat Versi Pembaca
Polling ini partisipatif, bukan survei ilmiah. Indikator : Sisi kedekatan dengan warga, respons terhadap masalah, hingga dukungan pada aktivitas sosial dan ekonomi lokal.
Polling ini partisipasi pembaca, bukan survei ilmiah.
1 perangkat/IP = 1 suara
Camat Tellu Limpoe, H. Ridwan Bachtiar, SE, M.Si masih memimpin jauh dengan 2.451 suara. Posisi ini bisa disebut sebagai comfortable lead, karena jaraknya cukup aman dari kejaran langsung pesaing di bawahnya.
Di posisi kedua, Camat Pitu Riase, Andi Mukti Ali, S.IP, M.Si masih bertahan dengan 1.991 suara. Selisih ratusan suara menempatkannya dalam kondisi pressure zone, di mana peluang mengejar masih ada, tetapi sangat bergantung pada lonjakan suara di menit-menit akhir.
Sementara itu, posisi ketiga ditempati Camat Maritengngae, Firman, SE, M.M dengan 537 suara. Di level ini, posisi relatif lebih stabil dan masuk kategori safe tier, meski tetap tidak sepenuhnya bebas dari perubahan kecil di akhir waktu.
Di bawah tiga besar, suara tersebar cukup merata: Pitu Riawa 448 suara, Dua Pitue 461 suara, Panca Lautang 207 suara, Panca Rijang 109 suara, Panca Pulu 208 suara, Baranti 78 suara, Kulo 41 suara, Watang Sidenreng 46 suara, hingga Watang Pulu 208 suara. Pola ini menunjukkan bahwa dukungan di level bawah cenderung terpecah, tidak terkonsentrasi pada satu figur dominan.
Jika dilihat dari pola pergerakan, ada dua kecenderungan utama: konsentrasi suara di dua besar, dan penyebaran tipis di kelompok lain. Dalam bahasa sederhana, publik lebih “terkunci” pada dua nama teratas, sementara sisanya berbagi ruang dukungan secara merata.
Redaksi Katasulsel.com sejak awal menegaskan bahwa polling ini bukan survei ilmiah, melainkan reader engagement system. Artinya, ini lebih menggambarkan partisipasi dan persepsi pembaca, bukan hasil riset berbasis metodologi statistik formal.
Dengan sistem satu perangkat/IP satu suara, hasil yang muncul lebih dekat pada “peta persepsi publik” ketimbang angka yang bersifat akademik. Tiga indikator yang digunakan pembaca—kedekatan dengan warga, respons terhadap persoalan sosial, dan keterlibatan di lapangan—membentuk gambaran sederhana tentang siapa yang dianggap paling “merakyat”.
Pimpinan Redaksi Katasulsel.com, Edy Basri, memastikan bahwa tiga besar perolehan suara akan mendapatkan apresiasi khusus yang akan diserahkan dalam waktu dekat.
Kini, dengan waktu yang tersisa hanya hitungan jam menuju data lock, polling ini tidak lagi sekadar soal angka. Ia sudah berubah menjadi catatan kecil tentang bagaimana publik memberi penilaian—siapa yang paling sering hadir di ruang sosial warga, dan siapa yang paling kuat bertahan dalam ingatan pembaca sebelum sistem benar-benar ditutup. (*)
