JAKARTA β Penggeledahan yang dilakukan Kejaksaan Agung di kantor Badan Gizi Nasional (BGN), Rabu (3/6/2026), menyisakan pemandangan yang tak biasa. Bukan hanya tumpukan dokumen yang diamankan penyidik, tetapi juga sejumlah telepon genggam, laptop, hingga jam tangan yang diduga berkaitan dengan penyidikan dugaan korupsi Program Makan Bergizi Gratis (MBG).
Barang-barang itu dibawa penyidik setelah memeriksa sejumlah ruangan di kantor BGN. Kejagung menyebut fokus penyitaan adalah dokumen dan barang bukti elektronik yang dinilai penting untuk menelusuri aliran informasi maupun transaksi yang berkaitan dengan perkara tersebut.
Kasus ini semakin menyita perhatian publik karena menyeret tiga mantan petinggi BGN sebagai tersangka. Mereka diduga terlibat dalam pengaturan penunjukan yayasan mitra Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) yang seharusnya menjadi ujung tombak pelaksanaan program MBG di berbagai daerah.
Menurut penyidik, sejumlah yayasan yang memperoleh proyek diduga memiliki keterkaitan dengan oknum pejabat di lingkungan BGN. Dugaan itu membuat penyidik memburu berbagai bukti digital yang tersimpan dalam perangkat elektronik para pihak terkait.
Penggeledahan tersebut berlangsung hanya sehari setelah pemerintah melakukan pergantian pimpinan BGN. Langkah itu disebut sebagai bagian dari upaya perbaikan tata kelola lembaga, sementara proses hukum tetap berjalan secara terpisah.
Yang menarik, barang-barang yang disita bukan sekadar benda mati. Di era digital, sebuah telepon genggam bisa menyimpan percakapan, dokumen, hingga jejak transaksi yang mampu membuka tabir sebuah perkara. Bahkan sebuah jam tangan mewah kerap menjadi petunjuk mengenai aliran gratifikasi atau keuntungan yang tidak wajar.
Penyidik juga tengah mendalami dugaan penyimpangan dalam sejumlah pengadaan barang yang nilainya mencapai triliunan rupiah, mulai dari motor listrik, tablet, sepatu hingga televisi berukuran besar. Dugaan penggelembungan harga dan penyalahgunaan kewenangan menjadi fokus utama penyidikan.
Kini perhatian publik tertuju pada hasil pemeriksaan barang bukti elektronik yang telah diamankan. Sebab, bukan tidak mungkin data yang tersimpan di dalamnya justru menjadi kunci untuk mengurai salah satu kasus korupsi terbesar yang menyeret program strategis pemerintah di bidang pemenuhan gizi nasional.










