Sidrap, katasulsel.com — Nama AKBP Indra Waspada Yuda bukanlah sosok baru bagi masyarakat Sidrap.
Sembilan tahun setelah dikenal sebagai pemburu bandar narkoba di Bumi Nene Mallomo, perwira menengah Polri itu kini kembali dengan jabatan yang jauh lebih strategis: Kapolres Sidrap.
AKBP Indra resmi menerima tongkat komando Polres Sidrap dalam upacara Serah Terima Jabatan (Sertijab) yang dipimpin langsung Kapolda Sulawesi Selatan di Aula Mappaoddang, Mapolda Sulsel, hari ini, Kamis, 30 Juli 2026.
Mutasi tersebut berdasarkan Surat Telegram Kapolri Nomor ST/1336/VI/KEP./2026 tanggal 25 Juni 2026.
Ia menggantikan AKBP Dr. Fantry Taherong, yang mendapat promosi jabatan sebagai Kabagbinkar Ro SDM Polda Sulsel.
Pulang Kampung Setelah 9 Tahun
Bagi banyak personel Polres Sidrap dan masyarakat setempat, kedatangan AKBP Indra bukan sekadar pergantian pimpinan biasa.
Ini adalah momentum “pulang kampung”.
Sebab, kariernya pernah ditempa di Sidrap saat menjabat Kasat Reskrim Polres Sidrap tahun 2015 dan kemudian Kasat Narkoba tahun 2017.
Pada masa itulah namanya mencuat setelah mengungkap sejumlah kasus besar narkotika.
Bahkan, ia mendapat julukan yang masih diingat hingga kini: “The Drugs Crime Hunter”.
Julukan itu lahir dari sederet operasi pemberantasan narkoba yang kala itu menjadi perhatian publik Sidrap.
Tukar Komando di Ajatappareng
Sertijab kali ini juga menjadi bagian dari rotasi besar kepolisian di wilayah Ajatappareng.
AKBP Indra menyerahkan jabatan Kapolres Parepare kepada AKBP Phunky Mahendra Borniawan.
Di saat bersamaan, ia menerima estafet kepemimpinan Polres Sidrap dari AKBP Fantry Taherong.
Pertukaran komando tersebut menjadi salah satu rotasi paling menarik di kawasan Ajatappareng karena melibatkan dua wilayah strategis, yakni Parepare dan Sidrap.
Tinggalkan Kasus Korupsi Rp4 Miliar
Menjelang mutasi, AKBP Indra masih memimpin sejumlah agenda penting di Parepare.
Salah satu yang menyita perhatian adalah penanganan dugaan korupsi tunjangan perumahan anggota DPRD Parepare dengan nilai kerugian negara mencapai Rp4 miliar.
Kasus tersebut bahkan menyeret sejumlah nama penting untuk dimintai keterangan, termasuk mantan Wali Kota Parepare yang kini menjadi anggota DPR RI.
Meski berpindah tugas, rekam jejak penegakan hukum tersebut menjadi modal penting saat memimpin Polres Sidrap.
Langsung Disambut Tradisi Pedang Pora
Usai prosesi sertijab di Makassar, rangkaian kegiatan berlanjut di Mapolres Sidrap.
AKBP Indra Waspada Yuda bersama Ketua Bhayangkari Cabang Sidrap disambut melalui tradisi pedang pora sebagai simbol penghormatan kepada pimpinan baru.
Selanjutnya dilakukan Laporan Kesatuan (Lapsat) oleh AKBP Fantry Taherong yang memaparkan kondisi keamanan dan ketertiban masyarakat, peta kerawanan wilayah, hingga program-program strategis yang sedang berjalan.
Agenda ditutup dengan acara kenal pamit bersama unsur Forkopimda, tokoh masyarakat, tokoh agama, serta jajaran personel Polres Sidrap.
Harapan Baru untuk Sidrap
Kini, seluruh kewenangan memimpin jajaran kepolisian di Kabupaten Sidrap berada di tangan AKBP Indra Waspada Yuda.
Publik pun menanti langkah-langkah perwira yang pernah dijuluki “The Drugs Crime Hunter” itu dalam menjaga keamanan, memberantas kejahatan, dan mengawal pembangunan di Kabupaten Sidrap.
Kembalinya AKBP Indra ke daerah yang pernah membesarkan namanya menjadi salah satu cerita menarik dalam rotasi Polri tahun 2026.
Dulu ia datang sebagai Kasat Narkoba.
Kini ia kembali sebagai Kapolres Sidrap. (*)
Artikel ini termasuk dalam kategori Berita Sidrap Hari Ini .
