Wajo, Katasulsel.com – Ketua Kolaborasi Jurnalis Indonesia (KJI) Kabupaten Wajo, Andi Indera Dewa, mengecam pernyataan pengacara kondang Hotman Paris Hutapea yang dinilai merendahkan profesi wartawan saat berlangsungnya sesi wawancara dengan awak media beberapa waktu lalu.

Menurut Andi Indera Dewa, pernyataan yang dilontarkan Hotman Paris kepada wartawan telah memicu reaksi luas di kalangan insan pers karena dianggap tidak mencerminkan penghormatan terhadap profesi jurnalistik yang memiliki peran penting dalam kehidupan demokrasi.

“Kami sangat menyayangkan pernyataan yang bernada merendahkan wartawan. Jurnalis menjalankan tugas yang dilindungi undang-undang dan bekerja untuk memenuhi hak publik memperoleh informasi,” ujar Andi Indera Dewa, Selasa, (21/7/2026).

Ia menegaskan bahwa wartawan memiliki hak untuk mengajukan pertanyaan, termasuk pertanyaan kritis yang berkaitan dengan isu-isu yang menjadi perhatian masyarakat. Menurutnya, pertanyaan yang diajukan jurnalis dalam sebuah konferensi pers merupakan bagian dari tugas profesional yang harus dihormati.

“Wartawan bukan musuh. Bertanya adalah bagian dari kerja jurnalistik. Jika ada pertanyaan yang dianggap kurang tepat, tentu bisa dijawab dengan cara yang santun dan profesional tanpa harus menyerang pribadi atau merendahkan profesi,” katanya.

Andi Indera Dewa menilai tokoh publik, termasuk pengacara yang memiliki pengaruh besar di masyarakat, seharusnya memberikan contoh komunikasi yang baik dan menghormati setiap profesi, termasuk wartawan yang bekerja di lapangan.

Ia juga mengingatkan bahwa kebebasan pers merupakan salah satu pilar demokrasi yang dijamin oleh Undang-Undang Nomor 40 Tahun 1999 tentang Pers. Karena itu, seluruh pihak diharapkan dapat menjaga hubungan yang sehat antara narasumber dan media.

“Kritik terhadap pemberitaan tentu diperbolehkan. Namun penghormatan terhadap profesi wartawan juga harus dijaga. Pers memiliki fungsi kontrol sosial yang penting dalam negara demokrasi,” tegasnya.

Lebih lanjut, Ketua KJI Wajo berharap polemik yang berkembang dapat diselesaikan dengan baik tanpa memperkeruh hubungan antara insan pers dan berbagai pihak yang selama ini menjadi mitra dalam penyampaian informasi kepada masyarakat.

“Kami berharap semua pihak dapat saling menghormati. Pers bekerja untuk kepentingan publik, dan hubungan yang baik antara narasumber dan media akan menciptakan ruang informasi yang sehat bagi masyarakat,” pungkas Andi Indera Dewa.

Sebelumnya, sejumlah organisasi dan komunitas jurnalis di berbagai daerah juga menyampaikan keprihatinan terhadap pernyataan yang dinilai merendahkan profesi wartawan. Polemik tersebut kemudian ramai menjadi perbincangan di media sosial dan mendapat perhatian dari berbagai kalangan. (*)

Topik Terkait:
Artikel ini termasuk dalam kategori Berita Wajo Hari Ini .
Temukan berita terbaru dan terkini seputar Wajo hanya di Katasulsel.com

👉 Lihat semua berita Wajo terbaru di sini

Topik: Wajo