Masita Agistiyah Mukhlis
SIDRAP, KATASULSEL.COM β Banyak warga menganggap gigitan anjing atau kucing hanya luka biasa.
Padahal, di balik luka kecil itu bisa tersimpan ancaman penyakit mematikan bernama rabies.
Kesadaran inilah yang ingin dibangun mahasiswa Kuliah Kerja Nyata Profesi Kesehatan (KKN-PK) Angkatan 69 Universitas Hasanuddin melalui kegiatan Edukasi Rabies: Langkah Tepat Cegah Penularan yang digelar di Desa Dongi, Kecamatan Pitu Riawa, Kabupaten Sidrap, Jumat (31/7/2026).
Kegiatan tersebut menjadi bagian dari program promotif dan preventif untuk meningkatkan pemahaman masyarakat mengenai bahaya penyakit rabies yang masih menjadi ancaman kesehatan di berbagai daerah.
Dalam penyuluhan tersebut, mahasiswa KKN menjelaskan bahwa rabies merupakan penyakit yang menyerang sistem saraf dan otak manusia akibat infeksi virus yang ditularkan melalui gigitan atau cakaran hewan yang terinfeksi.
Warga juga diberikan pemahaman mengenai hewan-hewan yang berpotensi menjadi penular rabies, seperti anjing, kucing, kera, hingga kelelawar.
Tak hanya itu, peserta diajak mengenali ciri-ciri hewan yang diduga terinfeksi rabies, cara penularannya, serta tindakan darurat yang harus dilakukan apabila terjadi gigitan.
Salah satu pesan utama yang ditekankan dalam edukasi tersebut adalah pentingnya pertolongan pertama sesaat setelah gigitan terjadi.
Masyarakat diingatkan agar tidak langsung mengabaikan luka, melainkan segera mencuci area gigitan menggunakan sabun dan air mengalir selama minimal 15 menit sebelum mendapatkan penanganan medis.
Langkah sederhana itu dinilai sangat penting untuk membantu mengurangi risiko infeksi virus rabies.
Suasana penyuluhan berlangsung interaktif.
Warga tampak antusias mengikuti materi, menjawab pertanyaan, hingga berbagi pengalaman terkait hewan peliharaan maupun hewan liar yang sering ditemui di lingkungan sekitar.
Melalui pendekatan yang sederhana dan mudah dipahami, mahasiswa KKN berupaya memastikan informasi penting mengenai rabies dapat diterima oleh seluruh lapisan masyarakat.
Selain membahas penanganan setelah gigitan, peserta juga diberikan edukasi mengenai pentingnya vaksinasi hewan peliharaan secara rutin sebagai langkah pencegahan.
Masyarakat juga diajak lebih peduli untuk melaporkan hewan yang dicurigai terinfeksi rabies kepada pihak terkait agar dapat segera ditangani.
Mahasiswa KKN-PK 69 Universitas Hasanuddin berharap kegiatan tersebut mampu meningkatkan kewaspadaan masyarakat terhadap penyakit zoonosis yang ditularkan dari hewan ke manusia.
Dengan pengetahuan yang lebih baik, warga diharapkan tidak lagi menyepelekan gigitan hewan serta lebih cepat mencari pertolongan medis apabila mengalami kejadian yang berisiko.
Sebab dalam kasus rabies, kecepatan penanganan bisa menjadi faktor penentu keselamatan.
Melalui edukasi ini, Desa Dongi diharapkan semakin siap membangun lingkungan yang sehat, aman, dan waspada terhadap ancaman penyakit rabies. (*)
Artikel ini termasuk dalam kategori Berita Sidrap Hari Ini .
