Beliau juga menambahkan sebuah penegasan akademis yang kuat untuk memacu semangat peserta. “Kita harus bergeser dari ego sektoral menuju kolaborasi riset, di mana ICTIM 2026 menjadi jembatan emas bagi hilirisasi inovasi tersebut,” tegasnya. 

Pada akhir sesinya, beliau menyimpulkan tantangan riset masa kini dengan sebuah pesan penutup. “Kualitas luaran sebuah konferensi ditentukan oleh ketajaman metodologi dan relevansi solusi yang ditawarkan terhadap masalah nyata di masyarakat,” pungkasnya.

Sesi ketiga kemudian dilanjutkan oleh Stefanus Rumangkit, SE., M.Sc., yang memberikan panduan praktis mengenai tata cara registrasi kepesertaan. Beliau membedah langkah demi langkah penggunaan platform Conference Management Toolkit (CMT) yang menjadi sistem pengelolaan resmi ICTIM 2026. 

Penjelasan ini bertujuan untuk meminimalisir kendala teknis yang sering dihadapi oleh para pendaftar saat mengunggah abstrak maupun manuskrip lengkap mereka. Setelah pemaparan dari ketiga sesi utama tersebut selesai disampaikan, agenda pra-konferensi langsung ditutup dengan sesi tanya jawab yang berlangsung interaktif. 

Para peserta memanfaatkan momentum ini dengan mengajukan berbagai pertanyaan kritis seputar substansi penulisan dan teknis pelaksanaan konferensi. Kegiatan pra-konferensi ini diharapkan dapat menjadi fondasi kokoh demi kesuksesan penyelenggaraan ICTIM 2026 pada bulan Agustus mendatang.(*)