Tanggerang Selatan, Katasulsel.com – Isu tata kelola Program Makan Bergizi Gratis (MBG) menjadi perhatian dalam sebuah riset mahasiswa Program Studi Akuntansi Fakultas Ekonomi dan Bisnis Universitas Nahdlatul Ulama Indonesia (UNUSIA). Melalui penelitian yang mengkaji hubungan antara akuntabilitas publik dan wacana media digital, tim mahasiswa UNUSIA berhasil meraih Juara II Best Paper Mahasiswa pada ajang International Call for Paper Forum Dosen Akuntansi Publik (FDAP) 2026 yang diselenggarakan Universitas Terbuka.

Prestasi tersebut diraih oleh Zulia Rahmawati bersama Siska Kornelia dan Saleh Letsoin, dengan pendampingan Dr. Muhammad Aras Prabowo, S.E., M.Ak. melalui paper berjudul “Akuntabilitas Publik dan Wacana Media Digital dalam Program Makan Bergizi Gratis di Indonesia: Sebuah Analisis Tata Kelola Kritis.”

Penelitian tersebut mengangkat isu strategis mengenai bagaimana akuntabilitas publik dalam Program Makan Bergizi Gratis (MBG) dibentuk, diperdebatkan, dan dikonstruksi melalui ruang digital. Hasil penelitian menunjukkan bahwa akuntabilitas publik saat ini tidak hanya berjalan melalui mekanisme birokrasi formal, tetapi juga dipengaruhi oleh dinamika wacana yang melibatkan pemerintah, media, influencer, hingga masyarakat digital.

Temuan tersebut memberikan perspektif baru mengenai tata kelola publik di era transformasi digital, khususnya bagaimana kebijakan pemerintah dipantau, dikritisi, dan dimaknai oleh publik melalui berbagai platform digital.

Reviewer FDAP 2026, Dr. Selfiani, S.E., M.Ak., Akt., CESA., CAPM., mengapresiasi kebaruan tema yang diangkat oleh mahasiswa UNUSIA.

“Judul penelitian sangat menarik karena relevan dengan fenomena yang sedang berkembang. Namun, untuk penyempurnaan artikel menuju publikasi jurnal, teori perlu diperdalam, hubungan teori dengan fenomena harus diperjelas, serta kerangka penelitian dan metode perlu dijelaskan secara lebih sistematis,” ujarnya.

Selain mengangkat isu yang aktual, penelitian tersebut juga menggunakan perangkat lunak analisis data kualitatif Nvivo 14 dalam proses pengolahan data. Penggunaan metode tersebut menjadi salah satu aspek yang mendapat perhatian dari reviewer karena menunjukkan pendekatan riset yang sistematis.

Dalam sesi presentasi, Zulia dan tim juga menjelaskan dampak positif dan negatif dari penelitian mereka. Menurut Zulia, sisi positif dari keterbukaan ruang digital adalah masyarakat dapat turut mengawasi pelaksanaan kebijakan pemerintah. Namun, tantangan yang muncul adalah penyebaran disinformasi oleh pihak-pihak tertentu yang dapat memengaruhi persepsi publik.

Sekretaris Jenderal Forum Dosen Akuntansi Publik (FDAP), Dr. Rida Perwita Sari, S.E., M.Acc., Ak., CA., ASEAN CPA, menilai capaian mahasiswa UNUSIA menunjukkan perkembangan kualitas riset mahasiswa Indonesia.

“Ajang FDAP tidak hanya memberikan ruang kompetisi, tetapi juga menjadi proses pembelajaran akademik. Prestasi mahasiswa UNUSIA sebagai Juara II Best Paper membuktikan bahwa mahasiswa mampu menghasilkan penelitian yang relevan dengan isu-isu strategis dan memiliki potensi untuk dikembangkan menjadi publikasi ilmiah bereputasi,” katanya.

Sementara itu, Zulia Rahmawati menyampaikan bahwa penghargaan tersebut menjadi motivasi untuk terus mengembangkan penelitian yang memberikan kontribusi bagi ilmu akuntansi sektor publik dan tata kelola pemerintahan.

“Penghargaan ini bukan sekadar sebuah kemenangan, tetapi menjadi penyemangat bagi kami untuk terus melakukan penelitian yang memberikan kontribusi bagi pengembangan ilmu akuntansi sektor publik dan tata kelola pemerintahan di Indonesia,” ujarnya.

Siska Kornelia mengungkapkan bahwa proses penyusunan paper memberikan pengalaman akademik yang berharga, mulai dari pengolahan data, penyusunan argumentasi ilmiah, hingga menerima masukan dari para reviewer.

Saleh Letsoin juga menilai keberhasilan tersebut tidak lepas dari kerja sama tim dan proses evaluasi selama kompetisi.

“Setiap masukan dari reviewer menjadi bekal untuk menyempurnakan penelitian. Kami berharap paper ini dapat dikembangkan menjadi publikasi internasional yang memberikan manfaat bagi pengembangan akuntabilitas publik di Indonesia,” tuturnya.

Plt. Dekan Fakultas Ekonomi dan Bisnis UNUSIA, Dr. Mohammad Zuhdi, M.A., mengatakan capaian tersebut menjadi bukti berkembangnya budaya riset di lingkungan Program Studi Akuntansi UNUSIA.

“Kami tidak hanya mendorong mahasiswa mengikuti kompetisi, tetapi juga membangun kemampuan berpikir kritis, meneliti persoalan nyata, dan menghasilkan solusi akademik yang relevan,” ujarnya.

Sekretaris Program Studi Akuntansi sekaligus dosen pendamping, Habsyah Fitri Aryani, M.Ak., menambahkan bahwa prestasi tersebut menunjukkan mahasiswa Akuntansi UNUSIA mampu bersaing dengan mahasiswa dari berbagai perguruan tinggi di tingkat nasional maupun internasional.

Pada ajang FDAP 2026, kategori Best Paper Mahasiswa Juara I diraih Fransiskus A. Alsis L. Poleng dari Universitas Gadjah Mada, Juara II diraih Zulia Rahmawati dari UNUSIA, dan Juara III diraih Alif Intan Prawitasari dari Universitas Terbuka.

Capaian tersebut semakin memperkuat komitmen Program Studi Akuntansi UNUSIA dalam membangun budaya riset, publikasi ilmiah, serta meningkatkan daya saing mahasiswa di tingkat internasional.

Topik: Pendidikan