Sidrap, katasulsel.com — uliah Kerja Nyata (KKN) tak lagi hanya identik dengan program kebersihan lingkungan atau kerja bakti. Di Kelurahan Empagae, Kecamatan Watang Sidenreng, Kabupaten Sidenreng Rappang, mahasiswa Universitas Hasanuddin memilih membawa misi yang jauh lebih spesifik, yakni membangun kewaspadaan generasi muda terhadap ancaman rabies.
Melalui program bertajuk “Kenali, Hindari, Laporkan: Gerakan Pelajar Siaga Rabies di Kelurahan Empagae”, mahasiswa KKN Profesi Kesehatan Gelombang 69 dari Program Studi Kedokteran Hewan menyasar dua sekolah sebagai lokasi edukasi, yakni SD Negeri 8 Watang Sidenreng dan SMP Negeri 4 Maritengngae.
Program tersebut menjadi bagian dari pengabdian masyarakat yang bertujuan meningkatkan pengetahuan pelajar mengenai penyakit rabies, mulai dari cara penularan, upaya pencegahan, hingga tindakan yang harus dilakukan apabila mengalami gigitan hewan yang diduga terinfeksi.
Kegiatan pertama berlangsung pada Kamis, 16 Juli 2026, di SD Negeri 8 Watang Sidenreng. Sebanyak 36 siswa kelas V dan VI mengikuti kegiatan yang diawali dengan pre-test untuk mengetahui tingkat pemahaman awal mereka mengenai rabies.
Mahasiswa kemudian menyampaikan materi secara interaktif menggunakan presentasi, diskusi, serta kuis berhadiah agar siswa lebih mudah memahami informasi yang diberikan. Materi yang dibahas meliputi pengenalan rabies sebagai penyakit berbahaya, hewan yang berpotensi menularkan virus, cara menghindari gigitan, hingga langkah pertolongan pertama apabila seseorang tergigit.
Setelah seluruh sesi selesai, para siswa kembali mengikuti post-test untuk mengetahui peningkatan pemahaman mereka setelah memperoleh edukasi.
Keesokan harinya, Jumat, 17 Juli 2026, kegiatan serupa digelar di SMP Negeri 4 Maritengngae. Sebanyak 23 siswa kelas IX mengikuti rangkaian kegiatan mulai dari pre-test, penyampaian materi, sesi tanya jawab, kuis interaktif, hingga post-test sebagai evaluasi akhir.
Program ini dipelopori oleh Yonatan Gelo Tangkeallo, mahasiswa Program Studi Kedokteran Hewan angkatan 2023 Universitas Hasanuddin yang menjalankan penugasan KKN di Kelurahan Empagae.
Tak berhenti di dalam ruang kelas, tim KKN juga meninggalkan media edukasi yang dapat dimanfaatkan secara berkelanjutan. Mereka memasang poster informasi rabies di papan mading sekolah agar seluruh warga sekolah dapat membaca kembali materi mengenai penyakit tersebut kapan saja.
Poster itu memuat berbagai informasi penting, mulai dari pengertian rabies, jenis hewan pembawa virus, langkah-langkah pencegahan, hingga prosedur yang harus segera dilakukan apabila terjadi gigitan hewan.
Menurut mahasiswa KKN, edukasi kepada pelajar menjadi salah satu strategi efektif dalam membangun budaya sadar kesehatan sejak usia dini. Anak-anak dinilai memiliki peran penting sebagai agen informasi yang dapat menyampaikan kembali pengetahuan tersebut kepada keluarga maupun lingkungan sekitarnya.
Melalui kegiatan ini, mahasiswa berharap para pelajar tidak hanya mengenali gejala rabies, tetapi juga memahami pentingnya berinteraksi dengan hewan secara aman serta segera melaporkan dan mencari pertolongan medis apabila terjadi kasus gigitan.
Upaya sederhana melalui pendidikan di sekolah tersebut diharapkan mampu memperkuat kesadaran masyarakat terhadap penyakit zoonosis, sekaligus mendukung terciptanya lingkungan yang lebih sehat, aman, dan waspada terhadap ancaman rabies di Kelurahan Empagae maupun wilayah Kabupaten Sidenreng Rappang secara umum.
Artikel ini termasuk dalam kategori Berita Sidrap Hari Ini .

