SIDRAP, Katasulsel.com — Pelayanan di Stasiun Pengisian Bahan Bakar Umum (SPBU) Tanete, Kecamatan Maritengngae, Kabupaten Sidenreng Rappang (Sidrap), menjadi sorotan setelah sejumlah pengendara mengeluhkan antrean panjang yang terjadi tanpa adanya petugas yang melayani, Rabu malam (10/6/2026).
Peristiwa tersebut terjadi sekitar pukul 19.45 WITA di SPBU bernomor 74.916.74. Puluhan kendaraan roda dua maupun roda empat terlihat mengular di area pengisian bahan bakar.
Namun, para pengendara mengaku harus menunggu cukup lama karena tidak ada satu pun petugas yang berada di dispenser untuk melayani konsumen.
Kondisi itu memicu keluhan dari masyarakat yang merasa waktu mereka terbuang akibat terhentinya pelayanan secara mendadak tanpa informasi yang jelas dari pihak pengelola SPBU.
“Ini harus dievaluasi. Jangan sampai kendaraan sudah antre panjang, tetapi tidak ada satu pun petugas yang melayani. Kami sebagai konsumen tentu dirugikan karena harus menunggu tanpa kepastian,” ujar Rahim, salah seorang pengendara yang berada di lokasi.
Menurut sejumlah warga, pelayanan yang baik tidak hanya menyangkut ketersediaan bahan bakar, tetapi juga kesiapan sumber daya manusia yang bertugas melayani masyarakat.
Mereka menilai pergantian petugas seharusnya dilakukan tanpa mengganggu aktivitas pelayanan kepada konsumen.
Kondisi tersebut dinilai dapat menimbulkan kemacetan di sekitar area SPBU, terutama pada jam-jam sibuk ketika kebutuhan masyarakat terhadap bahan bakar meningkat.
Selain itu, antrean panjang tanpa pelayanan berpotensi memicu ketidaknyamanan dan keluhan dari pengguna jalan lainnya.
Saat dikonfirmasi di lokasi, salah seorang pegawai SPBU menyebutkan bahwa tidak adanya pelayanan sementara waktu disebabkan proses pergantian sif atau pergantian petugas yang sedang bertugas.
Namun demikian, alasan tersebut dinilai belum cukup menjawab keluhan masyarakat.
Sejumlah pengendara berharap manajemen SPBU memiliki sistem yang lebih baik agar pergantian sif tidak menyebabkan terhentinya pelayanan kepada konsumen.
“Kalau memang pergantian sif, seharusnya ada petugas pengganti yang langsung masuk. Jangan sampai semua berhenti bersamaan sehingga masyarakat yang jadi korban menunggu,” kata seorang pengendara lainnya.
Keluhan masyarakat juga mengarah pada perlunya evaluasi dari pihak Pertamina terhadap standar pelayanan yang diterapkan SPBU, khususnya terkait manajemen operasional dan pelayanan pelanggan.
Hingga berita ini diturunkan, Pengawas SPBU Tanete, Iwan, yang dihubungi untuk dimintai konfirmasi terkait keluhan masyarakat dan terhentinya pelayanan saat antrean panjang berlangsung, belum memberikan tanggapan.
Masyarakat berharap kejadian serupa tidak terulang kembali mengingat SPBU merupakan fasilitas pelayanan publik yang menjadi kebutuhan vital masyarakat.
Pelayanan yang cepat, profesional, dan berkesinambungan dinilai menjadi hal penting untuk menjaga kenyamanan konsumen sekaligus menjaga kepercayaan masyarakat terhadap layanan distribusi bahan bakar di Kabupaten Sidrap.(*)
