Amalia Utari Firdawati
SIDRAP – Topik HIV/AIDS masih sering dianggap tabu untuk dibicarakan di kalangan remaja.
Padahal, minimnya pengetahuan justru bisa menjadi celah munculnya kesalahpahaman, stigma, hingga perilaku berisiko di masa depan.
Berangkat dari kondisi tersebut, mahasiswa Kuliah Kerja Nyata (KKN) Profesi Kesehatan Universitas Hasanuddin (Unhas) menggelar penyuluhan kesehatan tentang Infeksi Menular Seksual (IMS), khususnya HIV/AIDS, kepada siswa kelas X MA DDI Tellu Limpoe, Kabupaten Sidrap, Jumat (17/7/2026).
Kegiatan ini menjadi bagian dari program kerja KKN yang bertujuan meningkatkan literasi kesehatan remaja sekaligus membangun kesadaran sejak dini mengenai pentingnya menjaga kesehatan reproduksi dan menghindari perilaku berisiko.
Pemilihan pelajar sebagai sasaran edukasi bukan tanpa alasan.
Masa remaja dinilai sebagai fase penting dalam pembentukan pola pikir, sikap, dan perilaku yang akan memengaruhi kualitas hidup seseorang di masa depan.
Dalam kegiatan tersebut, mahasiswa KKN memaparkan berbagai informasi dasar mengenai HIV/AIDS, mulai dari pengertian, cara penularan, faktor risiko, hingga langkah-langkah pencegahan.
Peserta juga diberikan pemahaman mengenai perbedaan antara HIV dan AIDS yang selama ini masih sering disalahartikan.
Mahasiswa menjelaskan bahwa HIV merupakan virus yang menyerang sistem kekebalan tubuh, sedangkan AIDS adalah kondisi lanjutan yang dapat terjadi apabila infeksi HIV tidak mendapatkan pengobatan yang tepat.
Selain itu, siswa juga diedukasi bahwa HIV tidak menular melalui interaksi sosial sehari-hari seperti berjabat tangan, berbicara, belajar bersama, maupun berbagi ruang kelas.
Pesan tersebut menjadi penting untuk memutus stigma dan diskriminasi terhadap Orang Dengan HIV/AIDS (ODHA) yang hingga kini masih kerap terjadi.
Sebelum materi diberikan, peserta terlebih dahulu mengikuti pre-test untuk mengukur tingkat pengetahuan awal mereka mengenai HIV/AIDS.
Selanjutnya, materi disampaikan secara interaktif menggunakan media presentasi dan diskusi terbuka agar siswa lebih mudah memahami informasi yang diberikan.
Suasana penyuluhan berlangsung aktif.
Para siswa tampak antusias mengikuti sesi tanya jawab serta menjawab berbagai pertanyaan yang diberikan pemateri sebagai bentuk evaluasi pemahaman.
Setelah seluruh materi selesai disampaikan, peserta kembali mengikuti post-test untuk mengukur peningkatan pengetahuan setelah menerima edukasi.
Pemateri berharap kegiatan tersebut tidak hanya menambah wawasan siswa, tetapi juga membentuk sikap yang lebih peduli terhadap kesehatan diri dan lingkungan sekitar.
“Melalui penyuluhan ini, saya harap semuanya tidak hanya mendapatkan pengetahuan mengenai HIV/AIDS, tetapi juga mau menerapkan perilaku pencegahan serta memiliki kepedulian terhadap orang dengan HIV/AIDS dengan merangkul dan memberi dukungan. Ini sangat penting agar tidak terjadi stigma buruk maupun diskriminasi,” ujar pemateri.
Data UNAIDS menunjukkan HIV/AIDS masih menjadi tantangan kesehatan global. Hingga akhir 2024, sekitar 40,8 juta orang hidup dengan HIV di seluruh dunia, dengan 1,3 juta kasus infeksi baru dan sekitar 630 ribu kematian terkait HIV.
Meski remaja Indonesia bukan kelompok dengan angka kasus tertinggi, edukasi sejak dini tetap dinilai penting sebagai langkah pencegahan dan penguatan literasi kesehatan generasi muda.
Melalui kegiatan ini, mahasiswa KKN Profesi Kesehatan Unhas berharap para pelajar tidak hanya memahami bahaya HIV/AIDS, tetapi juga menjadi agen edukasi di lingkungan sekolah, keluarga, dan masyarakat. (*)
Artikel ini termasuk dalam kategori Berita Sidrap Hari Ini .
