Euodia Misel Pindan
Tanah Toraja, katasulsel.com — Mahasiswa Kuliah Kerja Nyata Tematik (KKN-T) Universitas Hasanuddin (Unhas) melaksanakan program kerja “EcoKey: Edukasi 3R melalui Pembuatan Gantungan Kunci dari Tutup Botol Plastik” di UPT SDN 6 Makale Selatan, Tana Toraja, Senin (03/08).
Program ini menyasar para siswa kelas 6 sebagai upaya menanamkan kesadaran pelestarian lingkungan sejak dini, khususnya terkait penerapan prinsip 3R (Reduce, Reuse, Recycle). Kegiatan ini bertujuan untuk mengedukasi siswa dalam mengurangi limbah plastik di lingkungan sekolah sekaligus mengasah kreativitas mereka melalui praktik daur ulang.
Penanggung jawab program kerja menjelaskan bahwa kegiatan diawali dengan pemberian materi interaktif mengenai dampak buruk sampah plastik bagi lingkungan, yang kemudian dilanjutkan dengan sesi lokakarya pembuatan karya inovatif dari limbah tutup botol.
“Kami memilih tutup botol plastik karena limbah jenis ini sangat mudah ditemukan di sekitar anak-anak. Melalui program EcoKey ini, kami ingin menunjukkan kepada para siswa bahwa dengan sedikit sentuhan kreativitas, barang bekas yang dianggap sampah bisa memiliki nilai guna dan keindahan kembali,” ujarnya.
Dalam pelaksanaannya, puluhan siswa kelas 6 UPT SDN 6 Makale Selatan terlihat sangat antusias mengikuti setiap tahapan. Tahapannya yaitu siswa mendengarkan sosialisasi pengelolaan sampah, kemudian mempraktikkan langsung cara membuat gantungan kunci. Antusiasme ini terlihat jelas dari respon positif para siswa selama kegiatan berlangsung.
“Kegiatannya sangat seru! Kami jadi bisa belajar bagaimana cara mengolah sampah tutup botol yang biasanya dibuang. Ternyata bisa dibuat jadi gantungan kunci yang bagus dan bisa bernilai ekonomi kalau dijual,” ungkap salah satu siswa kelas 6 yang mengikuti kegiatan tersebut dengan penuh semangat.
Melalui program EcoKey ini, mahasiswa KKN Unhas berharap semangat pelestarian lingkungan dan budaya daur ulang dapat terus diterapkan oleh para siswa secara berkelanjutan. Langkah kecil ini diharapkan mampu membentuk karakter generasi muda yang lebih peduli terhadap pengelolaan sampah, sehingga tercipta lingkungan sekolah dan masyarakat yang lebih bersih di Makale Selatan. (*)
