Sidrap, katasulsel.com β Sebelum menawarkan solusi, persoalan harus dipahami lebih dahulu. Prinsip itu menjadi pijakan mahasiswa Fakultas Kesehatan Masyarakat (FKM) Universitas Hasanuddin saat memulai Praktik Belajar Lapangan (PBL) I di Kelurahan Arateng, Juli 2026.
Langkah awal tersebut ditandai dengan Seminar Awal PBL I yang digelar di kantor kelurahan. Kegiatan ini bukan sekadar seremoni pembukaan, melainkan menjadi titik awal kolaborasi antara mahasiswa, pemerintah kelurahan, puskesmas, aparat keamanan, dan masyarakat dalam memetakan berbagai persoalan kesehatan yang ada di lingkungan setempat.
Praktik Belajar Lapangan merupakan proses pembelajaran berbasis masyarakat yang menempatkan warga sebagai sumber utama data sekaligus mitra dalam penyusunan solusi kesehatan.
Posko Kelurahan Arateng berada di bawah koordinasi Muhammad Nurul Ilmi dari peminatan Keselamatan dan Kesehatan Kerja (K3). Ia didampingi enam mahasiswa lintas peminatan, yakni Annisa Amalia Deviana, Celya Cristivera, Alya Refalina, Miftahul Jannah, Meliza Rahmawanti, dan Vanessa Lady Pakasi Semba. Seluruh kegiatan dibimbing oleh Supervisor PBL I, Rismayanti, S.K.M., M.K.M.
Seminar dihadiri Lurah Arateng Raeleng, S.Pd., Babinsa, Bhabinkamtibmas, perangkat kelurahan, serta unsur masyarakat. Selain memperkenalkan tahapan PBL, mahasiswa juga memaparkan metode pengumpulan data yang akan dilakukan selama berada di wilayah tersebut.
Koordinator Posko, Muhammad Nurul Ilmi, mengatakan keberhasilan kegiatan sangat bergantung pada keterlibatan masyarakat. Karena itu, ia berharap warga bersedia memberikan informasi yang dibutuhkan selama proses pendataan berlangsung.
Menurutnya, data yang terkumpul akan menjadi dasar untuk menggambarkan kondisi kesehatan masyarakat secara objektif sehingga program yang nantinya disusun benar-benar sesuai kebutuhan warga.
Di sisi lain, Lurah Arateng, Raeleng, menyatakan pemerintah kelurahan siap mendukung seluruh rangkaian kegiatan mahasiswa selama pelaksanaan PBL.
Ia meminta mahasiswa menjaga komunikasi dengan pemerintah setempat dan memanfaatkan waktu yang tersedia secara maksimal agar setiap tahapan kegiatan dapat diselesaikan sesuai target.
Dalam pemaparannya, mahasiswa menjelaskan bahwa Praktik Belajar Lapangan terdiri atas tiga tahapan. Tahap pertama berfokus pada analisis masalah kesehatan masyarakat. Tahap kedua diarahkan pada eksplorasi aset dan penyusunan alternatif pemecahan masalah. Sementara tahap ketiga akan diisi dengan pelaksanaan intervensi, monitoring, dan evaluasi.
Selama PBL I, mahasiswa akan melakukan pendataan melalui kuesioner rumah tangga maupun individu. Selain data primer dari masyarakat, tim juga akan mengumpulkan data sekunder dari berbagai instansi terkait untuk memperoleh gambaran yang lebih komprehensif mengenai kondisi kesehatan di Kelurahan Arateng.
Seluruh data tersebut selanjutnya akan dianalisis guna menentukan persoalan kesehatan yang paling mendesak. Hasil analisis itu kemudian menjadi dasar penyusunan program intervensi pada tahapan PBL berikutnya.
Melalui kolaborasi antara perguruan tinggi, pemerintah, tenaga kesehatan, dan masyarakat, kegiatan ini diharapkan tidak hanya menjadi bagian dari proses akademik mahasiswa, tetapi juga menghasilkan rekomendasi yang dapat mendukung upaya peningkatan derajat kesehatan masyarakat di Kelurahan Arateng. (*)
Artikel ini termasuk dalam kategori Berita Sidrap Hari Ini .
