MAKASSAR, Katasulsel.com — Kabar baik bagi para pencari kerja, khususnya lulusan pendidikan anak usia dini. Pemerintah Kota Makassar mengusulkan pembukaan 210 formasi Calon Pegawai Negeri Sipil (CPNS) untuk tahun 2026, dengan kebutuhan terbesar berada pada sektor pendidikan, terutama guru PAUD.
Usulan tersebut kini masih menunggu verifikasi dari pemerintah pusat melalui Kementerian Pendayagunaan Aparatur Negara dan Reformasi Birokrasi (KemenPAN-RB). Jika disetujui, ratusan formasi itu akan menjadi salah satu rekrutmen aparatur terbesar yang diajukan Pemkot Makassar dalam beberapa tahun terakhir.
Menariknya, seluruh usulan yang diajukan merupakan formasi CPNS. Pemkot Makassar tidak mengusulkan formasi PPPK dalam kebutuhan aparatur tahun ini. Artinya, kesempatan menjadi aparatur sipil negara dengan status PNS terbuka lebih luas bagi masyarakat umum.
Kebutuhan guru PAUD menjadi prioritas karena masih tingginya kebutuhan tenaga pendidik pada jenjang pendidikan usia dini. Selain itu, Pemkot Makassar juga mengusulkan formasi tenaga kesehatan, dokter hewan, serta sejumlah tenaga teknis untuk mendukung pelayanan publik.
Di tengah persaingan seleksi CPNS yang selalu ketat, kabar ini langsung menjadi perhatian banyak pencari kerja. Apalagi, profesi guru PAUD selama ini sering berada di balik layar pembangunan sumber daya manusia, meski perannya sangat penting dalam membentuk karakter anak sejak usia dini.
Namun para pelamar masih harus bersabar. Jadwal resmi pendaftaran belum diumumkan karena seluruh usulan formasi masih menjalani proses verifikasi. Pemerintah pusat juga akan mempertimbangkan kemampuan keuangan daerah sebelum menentukan jumlah formasi yang disetujui.
Jika seluruh usulan itu mendapat lampu hijau, tahun 2026 bisa menjadi tahun yang membawa harapan baru bagi ratusan calon abdi negara di Kota Daeng. Di antara mereka, para guru PAUD tampaknya akan menjadi kelompok yang paling banyak mendapat peluang. (*)










