Aisyah Shahwatul Islam
Sidrap, katasulsel – Pengaspalan jalan di Desa Dongi, Kecamatan Pitu Riawa, Kabupaten Sidrap, membawa kabar baik bagi masyarakat. Akses transportasi semakin lancar dan aktivitas warga menjadi lebih mudah.
Namun di balik jalan yang semakin mulus itu, muncul kekhawatiran baru.
Meningkatnya aktivitas kendaraan di sejumlah ruas jalan disebut turut berpotensi meningkatkan risiko kecelakaan lalu lintas.
Melihat kondisi tersebut, Mahasiswa KKN Profesi Kesehatan (KKN-PK) Angkatan 69 Universitas Hasanuddin (Unhas) menggelar program edukasi bertajuk SIGAP: Edukasi Pertolongan Pertama pada Kasus Kecelakaan di Posko KKN-PK Desa Dongi, Jumat (31/7/2026).
Program yang diprakarsai Aisyah Shahwatul Islam itu diikuti 28 peserta dari masyarakat setempat.
Kegiatan tersebut bertujuan meningkatkan pengetahuan dan kesiapsiagaan warga dalam memberikan pertolongan pertama ketika terjadi kecelakaan sebelum korban mendapatkan penanganan tenaga kesehatan.
Menurut Aisyah, edukasi ini penting karena kondisi Desa Dongi saat ini sedang mengalami perubahan signifikan dengan adanya perbaikan dan pengaspalan jalan di beberapa titik.
Kondisi tersebut membuat mobilitas kendaraan meningkat sehingga masyarakat perlu memiliki kemampuan dasar menghadapi situasi darurat.
Dalam kegiatan itu, peserta mendapatkan materi mengenai Pertolongan Pertama Gawat Darurat (PPGD), khususnya penanganan fraktur, dislokasi, dan perdarahan.
Materi disampaikan dengan bahasa sederhana agar mudah dipahami oleh seluruh peserta.
Tak hanya teori, mahasiswa Unhas juga memberikan demonstrasi langsung mengenai cara menangani korban kecelakaan secara aman dan tepat.
Peserta kemudian diberi kesempatan mempraktikkan kembali teknik-teknik yang telah diperagakan.
Suasana kegiatan berlangsung interaktif.
Warga tampak antusias mengikuti setiap sesi, mulai dari penyampaian materi hingga praktik lapangan.
Berbagai pertanyaan juga muncul terkait kondisi yang sering ditemui masyarakat saat terjadi kecelakaan di jalan.
Aisyah berharap pengetahuan yang diberikan tidak berhenti pada peserta yang hadir, tetapi dapat diteruskan kepada anggota keluarga dan warga lainnya.
“Kami berharap masyarakat dapat memahami cara memberikan pertolongan pertama yang benar sehingga dapat membantu korban sebelum mendapatkan penanganan medis,” ujarnya.
Salah seorang peserta mengaku materi tersebut sangat relevan dengan kondisi Desa Dongi saat ini.
Menurutnya, sejak sejumlah ruas jalan diperbaiki dan diaspal, aktivitas kendaraan memang semakin ramai.
“Materinya sangat bermanfaat karena sekarang memang banyak jalan yang baru diaspal,” katanya.
Melalui program SIGAP ini, Mahasiswa KKN-PK Unhas berharap masyarakat Desa Dongi semakin siap menghadapi kondisi darurat dan mampu melakukan tindakan awal yang tepat ketika terjadi kecelakaan.
Dengan begitu, risiko penanganan yang keliru dapat diminimalkan sambil menunggu bantuan tenaga kesehatan tiba di lokasi. (*)
Artikel ini termasuk dalam kategori Berita Sidrap Hari Ini .
