Dari bumi untuk siapa?

Pertanyaan akhirnya sederhana.

Dari bumi Indonesia, untuk siapa mineral itu?

Jawabannya tentu bukan hanya untuk perusahaan.

Bukan hanya untuk investor.

Bukan hanya untuk negara.

Dan bukan pula hanya untuk industri.

Ia harus kembali kepada rakyat.

Dalam bentuk pekerjaan.

Pendidikan.

Kesehatan.

Infrastruktur.

Industri.

Penerimaan negara.

Teknologi.

Dan masa depan.

Itulah sebabnya MIND ID sedang mengerjakan pekerjaan yang sebenarnya jauh lebih besar daripada pertambangan.

Ia sedang mencoba mengubah cara Indonesia memandang kekayaan alam.

Dulu kita bertanya:

“Berapa banyak yang bisa kita gali?”

Sekarang pertanyaannya harus berubah:

“Berapa banyak nilai yang bisa kita ciptakan setelah menggali?”

Itulah perbedaan antara negara yang kaya sumber daya dengan negara yang mampu mengelola sumber dayanya.

Batu tetaplah batu.

Bijih tetaplah bijih.

Tetapi ketika pengetahuan, teknologi, industri, manusia dan negara ikut bekerja di belakangnya, benda yang diam di dalam tanah itu bisa berubah menjadi sesuatu yang jauh lebih besar.

Bisa menjadi pabrik.

Bisa menjadi pekerjaan.

Bisa menjadi baterai.

Bisa menjadi kabel.

Bisa menjadi kendaraan.

Bisa menjadi devisa.

Bisa menjadi kekuatan industri.

Dan pada akhirnya—

bisa menjadi bagian dari kedaulatan.

Dari bumi Indonesia, nilai tambahnya jangan ikut pergi.

Itulah pertaruhan sebenarnya.

Penulis adalah pimpinan redaksi di katasulsel.com (*)