MUGELLO, ITALIA β Karakter magis Sirkuit Internasional Mugello selalu punya cara unik untuk menguji mentalitas para pembalap muda. Hal ini dirasakan langsung oleh permata balap motor Indonesia, Veda Ega Pratama. Menunggangi Honda NSF250RW di bawah panji Honda Team Asia, pembalap asal Gunungkidul tersebut harus menerima kenyataan pahit terlempar ke posisi start ke-13 (P13) dalam sesi kualifikasi Moto3 Italia 2026 yang berlangsung Sabtu (30/5/2026).
Menembus babak Kualifikasi 2 (Q2), Veda sejatinya tampil agresif dan berhasil membukukan catatan waktu terbaik 1 menit 55,548 detik. Namun, kejamnya dinamika kelas Moto3βdi mana selisih seperseribu detik bisa mengubah peta kompetisi secara radikalβmembuat catatan waktu tersebut hanya cukup menempatkannya di baris kelima. Ia harus rela menyaksikan rivalnya, David Almansa, mengamankan pole position, disusul pembalap jangkung Malaysia, Hakim Danish, yang mengunci baris terdepan.
Veda tidak menampik adanya riak kekecewaan yang menggelayuti benaknya seusai turun dari motor. Sebagai juara Asia Talent Cup (ATC) 2023 yang terbiasa bertarung di kelompok depan, target awalnya di sirkuit legendaris sepanjang 5,2 kilometer ini adalah mengamankan slot yang jauh lebih ideal.
“Sejujurnya, saya sedikit kecewa dengan diri saya sendiri karena saya membidik hasil yang lebih hari ini. Saya ingin bertarung lebih dekat ke depan, mungkin di baris pertama atau kedua. Namun, inilah Moto3 dan jarak antar-pembalap sangat kecil,” kata Veda Ega Pratama dalam rilis resmi Honda Team Asia.
Kendati demikian, kekecewaan pembalap bernomor motor #9 itu tidak bertahan lama. Karakteristik trek Mugello yang memiliki lintasan lurus sepanjang 1,141 kilometer justru memberikan secercah harapan taktis. Di kelas Moto3, lintasan lurus panjang seperti ini adalah surga bagi strategi slipstream (memanfaatkan pusaran angin pembalap di depan), yang secara mekanis kerap menyatukan pembalap menjadi satu rombongan besar (mega group).
Camat Paling Merakyat Versi Pembaca
Polling ini partisipatif, bukan survei ilmiah. Indikator : Sisi kedekatan dengan warga, respons terhadap masalah, hingga dukungan pada aktivitas sosial dan ekonomi lokal.
Polling ini partisipasi pembaca, bukan survei ilmiah.
1 perangkat/IP = 1 suara
Celah taktis inilah yang menghidupkan kembali optimisme tinggi di dalam garasi Veda. Berbekal kenyamanan pada setelan motor Honda miliknya yang dinilai sangat kompetitif berkat kerja keras kru mekanik sepanjang akhir pekan, pembalap muda ini menolak mengibarkan bendera putih sebelum lampu hijau menyala.
“Start dari P13 bukanlah akhir dari cerita karena Mugello biasanya menghasilkan kelompok besar dan banyak peluang selama balapan. Rasa berkendara dengan motor masih positif dan kami telah bekerja dengan baik sepanjang akhir pekan,” tutur Veda optimis.
Sore nanti, tepat pukul 16.00 WIB, balapan utama Moto3 Italia 2026 akan menjadi panggung pembuktian mental bagi Veda. Menghadapi balapan panjang yang dipastikan penuh tekanan psikologis dan kontak fisik khas Moto3, fokus utama Veda kini terkunci pada satu momentum krusial: melakukan start yang solid dan agresif sesaat setelah lampu start padam.
Misi utamanya adalah segera masuk dan mengunci posisi di gerbong terdepan sebelum rombongan terpecah. Dengan insting balapnya yang tajam, target podium bukan lagi sekadar impian muluk, melainkan target realistis yang siap ia perjuangkan habis-habisan di aspal Mugello.
