Matahari belum terlalu tinggi di Tamalanrea. Tapi halaman kampus sudah ramai. Dari lorong-lorong Fakultas Hukum Unhas, sejarah terasa seperti sedang berjalan pelanβ€”dan Sidrap datang ikut memberi hormat.

Penulis: Edy Basri

Udara Tamalanrea masih menyimpan sisa sejuk pagi itu.

Lalu lintas di Jalan Perintis Kemerdekaan mulai rapat. Mobil-mobil pejabat masuk bergantian ke area kampus Universitas Hasanuddin. Di beberapa sudut, mahasiswa berjalan cepat.

Camat Paling Merakyat Versi Pembaca

Polling ini partisipatif, bukan survei ilmiah. Indikator : Sisi kedekatan dengan warga, respons terhadap masalah, hingga dukungan pada aktivitas sosial dan ekonomi lokal.

Polling ini partisipasi pembaca, bukan survei ilmiah.

1 perangkat/IP = 1 suara

Memuat 3 besar...

Sebagian alumni berdiri saling menepuk bahu. Ada yang tertawa lepas. Ada yang sibuk mengambil foto. Ada pula yang hanya berdiri, memandang gedung tua Fakultas Hukum Unhas seperti sedang mengenang sesuatu.

Hari itu bukan hari biasa.

Fakultas Hukum Universitas Hasanuddin genap berusia 74 tahun.

Usia yang tidak muda. Bahkan lebih tua dari banyak gedung pemerintahan yang hari ini berdiri megah. Tapi seperti orang tua yang matang oleh pengalaman, Fakultas Hukum Unhas justru tampak semakin hidup.

Sabtu (23/5/2026), puncak Dies Natalis ke-74 digelar dengan suasana yang hangat, tetapi tetap khidmat.

Dari berbagai penjuru, tamu berdatangan.

Pejabat, akademisi, alumni, mahasiswa, penegak hukum, kepala daerah, hingga tokoh-tokoh Sulawesi Selatan berkumpul di satu titik.

Lalu, dari arah halaman utama, rombongan Pemerintah Kabupaten Sidenreng Rappang datang.

Bupati Sidrap, H. Syaharuddin Alrif, hadir bersama Wakil Bupati Sidrap, Nurkanaah.

Keduanya datang tanpa kesan berlebihan. Tidak ada suasana gaduh. Tidak pula gegap gempita. Tetapi kehadiran mereka mudah terlihat. Barangkali karena forum seperti ini memang bukan tentang siapa yang paling menonjol, melainkan siapa yang datang memberi hormat kepada ilmu.

Di sekitar lokasi acara, wajah-wajah lama bertemu lagi.

Ada yang pernah satu ruang kuliah. Ada yang pernah satu organisasi. Ada yang pernah berdebat di forum hukum puluhan tahun lalu. Hari itu mereka bertemu kembali, tidak lagi sebagai mahasiswa, tetapi sebagai bagian dari sejarah panjang kampus.

Dekan Fakultas Hukum Unhas, Prof Hamzah Halim, hadir menyambut tamu-tamu kehormatan.

Wali Kota Makassar sekaligus Ketua IKA Fakultas Hukum Unhas, Munafri Arifuddin, juga tampak membaur.

Kepala Kejaksaan Tinggi Sulawesi Selatan hadir.

Kapolda Sulawesi Selatan hadir.

Sejumlah kepala daerah ikut datang.

Kapolres Sidrap AKBP Fantry Taherong pun tampak di lokasi.

Tetapi pagi itu, yang terasa kuat bukan sekadar daftar nama besar.

Yang terasa adalah aura kampus.

Aura yang khas.

Suara percakapan pelan.

Langkah kaki di lorong.

Bau kopi dari sudut tenda.

Mahasiswa yang sibuk mengatur teknis acara.

Dosen yang berbincang tentang perkembangan hukum.

Alumni yang bernostalgia.

Dan di atas semua itu, ada satu tema besar yang dibawa Dies Natalis tahun ini:

β€œMewujudkan Pendidikan Hukum yang Berdampak Menuju Indonesia Emas.”

Tema yang terdengar formal.

Tetapi maknanya dalam.

Karena hukum memang bukan hanya soal pasal.

Ia soal keadilan.

Ia soal etika.

Ia soal bagaimana negara berdiri dengan tertib.

Di tengah acara, Syaharuddin Alrif menyampaikan ucapan selamat kepada Fakultas Hukum Unhas.

Nada bicaranya tenang.

Tidak panjang.

Tidak dibuat-buat.

Ia memberi apresiasi kepada kampus yang menurutnya telah memberi kontribusi besar, bukan hanya untuk Sulawesi Selatan, tetapi juga Indonesia.

β€œKami mengucapkan selamat Dies Natalis ke-74 Fakultas Hukum Universitas Hasanuddin. Di usia yang ke-74 ini, Fakultas Hukum Unhas telah memberikan dampak besar, tidak hanya di Sulawesi Selatan, tetapi juga di tingkat nasional,” ujarnya.

Ucapan itu sederhana.

Tetapi pas.

…………………

Pemimpin Redaksi
Edy Basri adalah Pemimpin Redaksi Katasulsel.com. Lulus Ujian Kompetensi Wartawan (UKW) Dewan Pers sejak 2018 (Wartawan Utama). Sebelumnya sebagai jurnalis di Koran Harian Fajar.