Enrekang, Katasulsel.com – Festival Durian yang digelar Pemerintah Kabupaten Enrekang di kawasan Kebun Raya Massenrempulu, Desa Batu Mila, Kecamatan Maiwa, meninggalkan dua catatan sekaligus. Di satu sisi, kegiatan tersebut sukses menarik perhatian ribuan pengunjung dan menjadi magnet promosi durian lokal. Namun di sisi lain, lonjakan pengunjung yang melampaui perkiraan menyebabkan sebagian masyarakat tidak mendapatkan durian yang diharapkan.
Tingginya animo masyarakat menjadi gambaran bahwa komoditas durian Enrekang memiliki daya tarik yang besar. Sejak pagi, area festival dipadati pengunjung dari berbagai wilayah yang ingin menikmati durian sekaligus meramaikan kegiatan yang baru pertama kali digelar dalam skala besar tersebut.
Besarnya jumlah pengunjung ternyata melampaui skenario yang telah disiapkan panitia. Akibatnya, terjadi ketidakseimbangan antara jumlah masyarakat yang hadir dengan ketersediaan durian pada beberapa titik pelayanan.
Pemerintah Kabupaten Enrekang menilai kondisi tersebut menjadi pelajaran penting dalam penyelenggaraan event berbasis komoditas unggulan daerah.
Penjabat Sekretaris Daerah Enrekang, Zulkarnain, menjelaskan bahwa tujuan utama festival bukan hanya menghadirkan hiburan bagi masyarakat, tetapi juga membuka akses pasar yang lebih luas bagi petani durian dan pelaku usaha mikro lokal.
Menurutnya, festival dirancang sebagai ruang promosi produk unggulan daerah agar mampu meningkatkan nilai ekonomi masyarakat, khususnya petani dan pedagang durian.
“Kami melihat antusiasme masyarakat sangat tinggi. Ini menunjukkan bahwa potensi durian Enrekang memiliki daya tarik yang luar biasa. Namun tentu ada beberapa hal yang perlu kami evaluasi agar pelayanan kepada masyarakat ke depan bisa lebih maksimal,” ujarnya.
Zulkarnain menambahkan, konsep festival sebenarnya telah membagi area layanan menjadi dua kategori, yakni durian gratis dan durian berbayar yang dikelola langsung oleh para pedagang. Skema tersebut dibuat agar manfaat ekonomi tidak hanya dirasakan pengunjung, tetapi juga petani dan pelaku UMKM yang terlibat.
Meski demikian, membludaknya jumlah pengunjung menyebabkan tekanan besar terhadap sistem distribusi yang telah disiapkan panitia.
Pemerintah daerah pun menyampaikan permohonan maaf kepada masyarakat yang belum memperoleh pelayanan sesuai harapan selama berlangsungnya festival.
Sementara itu, Wakil Bupati Enrekang, Andi Tenri Liwang La Tinro, mengaku menerima sejumlah aspirasi dan keluhan masyarakat secara langsung di lokasi kegiatan. Ia memastikan berbagai masukan tersebut akan menjadi bahan evaluasi menyeluruh sebelum festival serupa kembali digelar.
Menurutnya, penyelenggaraan tahun pertama sering kali menghadapi tantangan yang tidak sepenuhnya dapat diprediksi, termasuk lonjakan jumlah pengunjung yang datang di luar perkiraan panitia.
“Kami berterima kasih atas antusiasme masyarakat. Semua masukan akan menjadi bahan evaluasi agar kegiatan berikutnya bisa lebih tertata, lebih nyaman, dan memberikan pengalaman yang lebih baik bagi pengunjung,” katanya.
Di balik berbagai catatan tersebut, Festival Durian Enrekang dinilai berhasil memperlihatkan besarnya potensi komoditas durian sebagai salah satu kekuatan ekonomi daerah. Ribuan pengunjung yang memadati lokasi menjadi bukti bahwa durian Enrekang memiliki daya saing dan daya tarik yang mampu mendatangkan perhatian publik dalam jumlah besar.
Bagi Pemerintah Kabupaten Enrekang, tantangan yang muncul dalam pelaksanaan tahun ini justru menjadi modal berharga untuk menyempurnakan konsep festival pada masa mendatang. Dengan perencanaan yang lebih matang, festival tersebut berpotensi berkembang menjadi agenda wisata tahunan yang tidak hanya mengangkat nama Enrekang sebagai daerah penghasil durian, tetapi juga mendorong pertumbuhan ekonomi masyarakat secara lebih luas.(*)
Artikel ini termasuk dalam kategori Berita Enrekang Hari Ini .
