Wajo, katasulsel.com — Warga mulai bertanya-tanya.
GM, atau Gas melon 3 kilogram yang biasanya mudah ditemukan, tiba-tiba sulit dicari di sejumlah wilayah di Kabupaten Wajo.
Keluhan pun bermunculan.
Polisi tidak menunggu lama.
Kamis siang (16/7/2026), personel Unit Tipidter Satreskrim Polres Wajo langsung mendatangi SPBE di Kecamatan Sabbangparu. Mereka ingin memastikan satu hal: ke mana sebenarnya LPG subsidi itu mengalir?
Bukan razia. Bukan pula penggerebekan.
Ini langkah awal untuk mencari jawaban atas keresahan masyarakat.
“Kami ingin mengetahui penyebab kelangkaan yang dikeluhkan warga. Apakah karena distribusi, lonjakan permintaan, atau faktor lainnya,” kata Kanit Tipidter Satreskrim Polres Wajo, IPTU Tahya Cahya Wiguna.
Pertanyaan itu memang penting.
Sebab bagi banyak keluarga, LPG 3 kilogram bukan sekadar tabung hijau. Ia adalah kebutuhan harian. Untuk memasak. Untuk usaha kecil. Untuk bertahan hidup.
Karena itu, setiap gangguan distribusi langsung terasa dampaknya.
Polisi memastikan pengawasan distribusi LPG subsidi akan terus dilakukan. Jika ditemukan praktik penimbunan atau penyimpangan penyaluran, proses hukum menanti.
Sementara itu, masyarakat diminta tidak panik dan tidak membeli secara berlebihan.
Di balik kelangkaan yang terjadi, aparat masih mengumpulkan data dan informasi dari berbagai pihak.
Satu pertanyaan masih menggantung.
Apakah ini sekadar gangguan distribusi biasa, atau ada masalah lain yang sedang bersembunyi di balik langkanya gas melon di Wajo?
Artikel ini termasuk dalam kategori Berita Wajo Hari Ini .
