Sidrap, Katasulsel.com — Sekitar 50 orang warga Desa Batuah, Kecamatan Loa Janan, Kabupaten Kutai Kartanegara (Kukar), Kalimantan Timur, melakukan studi ketahanan pangan di Kabupaten Sidenreng Rappang (Sidrap), Kamis (11/6/2026).
Rombongan disambut langsung Bupati Sidrap, Syaharuddin Alrif, bersama jajaran pemerintah kabupaten di Aula Saromase, Kompleks SKPD Sidrap, Kelurahan Batu Lappa, Kecamatan Watang Pulu.
Kegiatan itu menjadi ajang berbagi pengalaman terkait pengembangan sektor pertanian dan ketahanan pangan. Sidrap dipilih sebagai lokasi studi tiru karena dikenal sebagai salah satu daerah yang berhasil mengembangkan sektor pertanian dan peternakan serta berkontribusi terhadap ketahanan pangan nasional.
Dalam sambutannya, Syaharuddin Alrif menyampaikan apresiasi atas kepercayaan Pemerintah Desa Batuah yang menjadikan Sidrap sebagai tujuan studi tiru.
Ia menilai kunjungan tersebut menjadi sarana pertukaran pengalaman dan pengetahuan antardaerah untuk memperkuat pembangunan sektor pangan.
“Melalui kegiatan ini, kita dapat saling berbagi pengetahuan dan pengalaman. Apa yang telah dicapai Sidrap tentu tidak terlepas dari kerja sama seluruh elemen masyarakat dan pemerintah. Kami berharap pengalaman ini dapat memberikan manfaat bagi Desa Batuah dalam mengembangkan potensi daerahnya,” ujar Syaharuddin.
Pada kesempatan itu, ia memaparkan sejumlah capaian Sidrap sebagai salah satu lumbung pangan nasional. Menurutnya, Sidrap dikenal sebagai daerah penghasil beras dan telur yang berkontribusi besar terhadap pemenuhan kebutuhan pangan di Sulawesi Selatan maupun berbagai daerah lain di Indonesia.
Keberhasilan tersebut, lanjutnya, ditopang oleh sektor pertanian yang kuat, pengelolaan peternakan yang berkembang, serta komitmen pemerintah dalam mendukung program ketahanan pangan secara berkelanjutan.
Sementara itu, Kepala Desa Batuah, Abdul Rasyid, yang memimpin rombongan mengatakan kunjungan tersebut bertujuan mempelajari berbagai program dan inovasi yang diterapkan Pemerintah Kabupaten Sidrap dalam mewujudkan ketahanan pangan.
“Kami datang ke Sidrap untuk melakukan studi tiru mengenai ketahanan pangan. Sidrap dikenal sebagai daerah yang berhasil dalam pengelolaan pertanian dan peternakan, sehingga kami ingin belajar langsung untuk diterapkan di daerah kami,” katanya.
Abdul Rasyid juga menyampaikan terima kasih atas sambutan yang diberikan Pemerintah Kabupaten Sidrap kepada rombongan Desa Batuah.
Pertemuan berlangsung dalam suasana akrab dan penuh kekeluargaan. Selain berdiskusi dan bertukar informasi, kedua pihak juga menjalin silaturahmi yang diharapkan membuka peluang kerja sama dan kolaborasi pada masa mendatang.
Sebagai penutup kegiatan, Bupati Sidrap dan Kepala Desa Batuah saling bertukar cenderamata sebagai simbol persahabatan, penghormatan, dan komitmen untuk terus mempererat hubungan antardaerah dalam mendukung pembangunan serta ketahanan pangan nasional. (*)
