Sidrap, Katasulsel.com — Di tengah euforia Piala Dunia 2026 yang dipenuhi prediksi tentang Argentina, Brasil, Prancis, hingga Spanyol, Sekretaris Daerah Kabupaten Sidenreng Rappang (Sidrap), Andi Rahmat Saleh, memilih jalur yang berbeda.

Tanpa ragu, orang nomor tiga di lingkup Pemerintah Kabupaten Sidrap itu menjatuhkan pilihannya kepada Portugal sebagai tim yang paling berpeluang menciptakan kejutan besar di panggung sepak bola dunia.

Bagi Andi Rahmat, Portugal saat ini bukan lagi sekadar tim yang bertumpu pada nama besar Cristiano Ronaldo. Negara Eropa Selatan itu telah menjelma menjadi tim dengan kedalaman skuad yang nyaris sempurna.

“Kalau bicara tim paling lengkap, saya melihat Portugal memiliki semuanya. Pengalaman ada, pemain muda berkualitas ada, mental bertanding juga ada,” ujarnya.

Pilihan Andi Rahmat cukup menarik. Sebab, banyak pengamat menilai usia Cristiano Ronaldo yang telah memasuki 41 tahun membuat peluang Portugal berkurang. Namun bagi Sekda Sidrap, justru di situlah letak keistimewaan tim berjuluk Selecao das Quinas tersebut.

Menurutnya, Portugal memiliki kemewahan yang jarang dimiliki negara lain: legenda hidup yang masih bisa menjadi inspirasi sekaligus generasi muda yang siap mengambil alih panggung kapan saja.

Di lini depan, Rafael Leão hadir dengan kecepatan yang mampu merusak pertahanan lawan. Gonçalo Ramos dikenal tajam di depan gawang. Pedro Neto dan Francisco Conceição memberi warna berbeda melalui kreativitas dan agresivitas permainan.

“Portugal sekarang bukan tim yang bergantung pada Ronaldo. Justru mereka menjadi lebih berbahaya karena lawan harus mengawasi banyak pemain sekaligus,” katanya.

Andi Rahmat menilai kombinasi antara pemain senior dan generasi muda membuat Portugal memiliki keseimbangan yang sulit dicari tandingannya di Piala Dunia 2026.

Ia bahkan menyebut Portugal sebagai “tim tanpa titik lemah yang mencolok”.

Ketika banyak negara memiliki satu atau dua pemain bintang yang menjadi pusat permainan, Portugal justru memiliki kualitas yang tersebar hampir di seluruh lini.

“Kedalaman skuad mereka luar biasa. Kalau satu pemain absen, kualitas penggantinya tidak jauh berbeda. Ini yang membuat Portugal sangat berbahaya dalam turnamen panjang,” jelasnya.

Lebih dari itu, Andi Rahmat melihat Piala Dunia 2026 berpotensi menjadi panggung emosional bagi Cristiano Ronaldo. Jika benar menjadi turnamen dunia terakhir sang megabintang, maka seluruh skuad Portugal dipastikan memiliki motivasi ekstra untuk mempersembahkan trofi yang selama ini belum pernah diraih negaranya.

“Kadang sepak bola tidak hanya soal taktik. Ada faktor emosional, semangat, dan sejarah yang ingin diciptakan. Saya melihat Portugal punya semua unsur itu,” tuturnya.

Karena alasan itulah, Andi Rahmat Saleh memilih berdiri di barisan pendukung Portugal saat banyak orang lebih sibuk menjagokan negara-negara langganan juara.

Baginya, Piala Dunia 2026 bisa menjadi momen ketika Cristiano Ronaldo menutup karier internasionalnya dengan cara yang paling sempurna: mengangkat trofi yang selama puluhan tahun menjadi impian terbesar sepak bola Portugal. (edybasri)