Lima Titik, Satu Harapan Besar
Pemerintah Kabupaten Soppeng tidak berhenti pada satu lokasi.
Sebanyak lima titik pengeboran direncanakan di wilayah Kota Watansoppeng.
Jika empat titik lainnya menghasilkan debit air seperti lokasi pertama, maka kebutuhan air bersih masyarakat diperkirakan dapat terpenuhi secara signifikan.
Suwardi bahkan meyakini keluhan warga soal air bersih bisa berakhir.
“Masyarakat tidak akan lagi berteriak karena krisis air,” tegasnya.
Ompo Berpeluang Hidup Kembali
Keberhasilan pengeboran ini tidak hanya berdampak pada pelayanan PDAM.
Ada harapan besar lain yang ikut muncul.
Yakni menghidupkan kembali kejayaan Wisata Permandian Alam Ompo dan Waduk Ompo yang selama ini tidak dapat berfungsi maksimal karena sebagian besar airnya dialihkan untuk kebutuhan masyarakat.
Jika sumber air baru berhasil ditemukan dalam jumlah besar, kawasan wisata yang pernah menjadi ikon Soppeng itu berpeluang kembali ramai dikunjungi.
“Insya Allah dengan kerja keras dan doa warga, niat tulus kita, Permandian Ompo bisa difungsikan kembali dan menjadi kebanggaan Soppeng,” kata Suwardi.
Mimpi Lama yang Mulai Menjadi Nyata
Langkah yang dilakukan Pemkab Soppeng mendapat apresiasi dari berbagai kalangan.
Sekretaris Majelis Pertimbangan Daerah PKS Soppeng, Firman, menilai keberhasilan pengeboran tersebut dapat menjadi titik balik penyelesaian masalah air bersih yang telah berlangsung selama puluhan tahun.
Bagi warga Soppeng, semburan air yang muncul dari perut bumi di Jalan Pengayoman bukan sekadar hasil pengeboran.
Ia adalah simbol harapan.
Harapan bahwa suatu hari nanti, membuka keran air di rumah tidak lagi menjadi hal yang harus ditunggu-tunggu.
