ENREKANG – Ada pemandangan berbeda dalam peringatan Hari Anak Nasional (HAN) ke-42 di Kabupaten Enrekang, Senin (27/7/2026). Tidak ada kursi yang disediakan bagi pejabat maupun peserta upacara. Semua berdiri sejajar di halaman Kantor Bupati Enrekang, menghadirkan suasana sederhana namun sarat makna.

Di tengah barisan yang tertib dan khidmat itu, tersampaikan satu pesan penting: anak-anak harus menjadi prioritas bersama, bukan hanya dalam slogan, tetapi dalam tindakan nyata.

Pemerintah Kabupaten Enrekang menggelar upacara peringatan Hari Anak Nasional dengan melibatkan jajaran pemerintah daerah, pimpinan Organisasi Perangkat Daerah (OPD), pejabat fungsional, hingga berbagai unsur masyarakat.

Meski peringatan Hari Anak Nasional secara nasional diperingati setiap 23 Juli, Pemkab Enrekang memilih melaksanakan upacara pada 27 Juli dengan semangat yang tetap kuat.

Bertindak sebagai inspektur upacara, Penjabat Sekretaris Daerah Enrekang, Zulkarnain Kara, mewakili Bupati Enrekang memimpin jalannya kegiatan. Upacara diawali dengan pengibaran bendera Merah Putih, pembacaan Pembukaan UUD 1945, Ikrar Pelajar Indonesia, hingga lantunan Mars Anak Nasional yang menggugah semangat peserta.

Namun inti dari kegiatan itu bukan sekadar seremoni.

Dalam amanatnya, Zulkarnain membacakan pesan Menteri Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak yang menekankan bahwa anak bukan hanya objek pembangunan, melainkan subjek yang memiliki hak untuk didengar, dilindungi, dan diperjuangkan.

Pesan tersebut menjadi relevan di tengah masih munculnya berbagai persoalan yang mengancam masa depan anak, mulai dari kekerasan, eksploitasi, perundungan, diskriminasi, hingga ancaman di ruang digital yang semakin kompleks.

“Lindungi anak adalah kewajiban seluruh pihak. Pastikan anak terbebas dari kekerasan, eksploitasi, penelantaran, diskriminasi, perkawinan anak, hingga perundungan. Baik di dunia nyata maupun ruang digital,” tegas Zulkarnain saat membacakan amanat.

Ia juga mengajak seluruh masyarakat mendukung gerakan BERLIAN (Bersama Lindungi Anak) yang menjadi tema utama Hari Anak Nasional tahun ini.

Pesan khusus turut disampaikan kepada anak-anak agar berani berbicara ketika menghadapi masalah atau menjadi korban kekerasan.

“Jangan diam. Ceritakan kepada orang dewasa yang kalian percaya atau hubungi SAPA 129. Negara akan selalu hadir untuk kalian,” pesannya.

Sementara itu, Kepala Dinas Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak (P3A) Enrekang, Sulviah, menegaskan bahwa perlindungan anak tidak bisa hanya dibebankan kepada pemerintah.

Menurutnya, keluarga, sekolah, dunia usaha, media, dan seluruh elemen masyarakat harus bergerak bersama memastikan hak-hak anak terpenuhi.

“Generasi Enrekang harus tumbuh sehat, cerdas, berkarakter, dan berdaya saing. Ini merupakan langkah nyata menuju Enrekang Sejahtera,” ujarnya.

Peringatan Hari Anak Nasional di Enrekang tahun ini juga diisi dengan penyerahan simbolis Surat Pernyataan Pengelolaan Tanggung Jawab (SPPT) kepada perwakilan Camat Enrekang dan Camat Cendana sebagai bentuk komitmen bersama dalam memperkuat perlindungan anak hingga tingkat wilayah.

Lebih dari sekadar upacara tahunan, kegiatan ini menjadi pengingat bahwa masa depan daerah ditentukan oleh kualitas generasi mudanya hari ini.

Ketika anak-anak tumbuh aman, sehat, mendapatkan pendidikan yang layak, serta terbebas dari berbagai bentuk kekerasan, maka investasi terbesar sebuah daerah sesungguhnya sedang dibangun.

Di Bumi Massenrempulu, pesan itu kembali ditegaskan.

Melindungi anak bukan pekerjaan satu institusi, melainkan tanggung jawab seluruh masyarakat.

Karena setiap anak yang terlindungi hari ini adalah harapan Enrekang di masa depan.

(FungFi)

Topik Terkait: Enrekang
Topik Terkait:
Artikel ini termasuk dalam kategori Berita Enrekang Hari Ini .
Temukan berita terbaru dan terkini seputar Enrekang hanya di Katasulsel.com

👉 Lihat semua berita Enrekang terbaru di sini