Sidrap, Katasulsel.com – Pelaku Usaha Mikro, Kecil, dan Menengah (UMKM) di Kelurahan Pangkajene, Kecamatan Maritengngae, Kabupaten Sidenreng Rappang (Sidrap), mendapat suntikan ilmu baru yang dinilai sangat penting untuk menghadapi persaingan usaha di era digital.

Mahasiswa Kuliah Kerja Nyata Tematik (KKNT) UMKM Gelombang 116 Universitas Hasanuddin (Unhas) menggelar Sosialisasi Pengembangan UMKM melalui Tata Kelola Keuangan, Legalitas Berusaha, dan Strategi Digital di Expos Kuliner Kelurahan Pangkajene, Rabu (22/7/2026).

Kegiatan tersebut diikuti perangkat kelurahan, pelaku UMKM, mahasiswa, serta masyarakat umum yang ingin mengetahui strategi mengembangkan usaha agar lebih kompetitif dan mampu menjangkau pasar yang lebih luas.

Menariknya, materi yang dibawakan tidak hanya membahas cara meningkatkan penjualan, tetapi juga mengupas tiga persoalan yang selama ini sering menjadi hambatan bagi UMKM, yakni pengelolaan keuangan, legalitas usaha, dan pemasaran digital.

Koordinator Posko KKNT UMKM Kelurahan Pangkajene, Ahmad Miladinakwa, menjelaskan bahwa banyak usaha kecil yang sebenarnya memiliki produk berkualitas, namun sulit berkembang karena belum memiliki pencatatan keuangan yang baik.

Dalam pemaparannya, ia menjelaskan pentingnya pembukuan sederhana sebagai fondasi utama dalam mengelola usaha agar pelaku UMKM dapat mengetahui kondisi keuangan, keuntungan, dan arah pengembangan bisnis mereka.

Sementara itu, Ridha Adhawiyah membawakan materi mengenai pentingnya Nomor Induk Berusaha (NIB) sebagai identitas legal usaha yang membuka akses terhadap berbagai program pemerintah, bantuan permodalan, hingga peluang kemitraan yang lebih luas.

Tak kalah menarik, Muh Hilmi Naufal mengajak peserta melihat peluang besar dari platform digital yang sering dianggap sepele, yakni Google Maps.

Menurutnya, ulasan atau review pelanggan di Google Maps kini menjadi salah satu faktor penting yang memengaruhi keputusan konsumen saat memilih tempat makan, toko, maupun jasa tertentu.
Semakin banyak ulasan positif yang dimiliki sebuah usaha, semakin besar pula peluang usaha tersebut ditemukan calon pelanggan melalui pencarian Google.

Materi tersebut langsung menarik perhatian para peserta karena dinilai sangat relevan dengan perkembangan perilaku konsumen saat ini yang hampir selalu mencari informasi terlebih dahulu melalui internet sebelum melakukan pembelian.

Penanggung jawab program, Ahmad Miladinakwa, mengatakan kegiatan ini tidak berhenti pada tahap sosialisasi semata.

Mahasiswa KKNT UMKM Unhas juga berkomitmen melakukan pendampingan lanjutan agar materi yang telah diberikan dapat diterapkan secara langsung oleh para pelaku usaha.

“Kami berharap apa yang kami berikan bisa menjadi titik balik bagi para UMKM untuk bisa berkembang dan bersaing di era digital ini,” ujarnya.

Kegiatan ini juga menjadi wujud kontribusi Mahasiswa KKNT Universitas Hasanuddin dalam mendukung pencapaian Sustainable Development Goals (SDGs), khususnya Tujuan 8: Pekerjaan Layak dan Pertumbuhan Ekonomi (Decent Work and Economic Growth).

Melalui penguatan kapasitas pelaku UMKM di bidang pengelolaan keuangan, legalitas usaha, dan pemanfaatan teknologi digital, program ini diharapkan mampu menciptakan usaha yang lebih produktif, berdaya saing, serta mendorong pertumbuhan ekonomi lokal yang inklusif dan berkelanjutan.

Antusiasme peserta terlihat sepanjang kegiatan berlangsung. Banyak pelaku UMKM memanfaatkan sesi diskusi untuk bertanya mengenai pengelolaan usaha, pengurusan legalitas, hingga cara meningkatkan kepercayaan pelanggan melalui media digital.

Lurah Pangkajene, Iwan Darmawan, S.E., memberikan apresiasi terhadap program yang digagas mahasiswa Unhas tersebut.

Menurutnya, materi yang dibawakan sangat berbeda dari kegiatan KKN pada umumnya karena langsung menyentuh kebutuhan para pelaku usaha di lapangan.

“Kami merasa bangga karena program ini adalah sesuatu yang berbeda dibanding program-program KKN sebelumnya. Saya sendiri juga pelaku UMKM, sehingga bisa belajar banyak dari para mahasiswa yang telah berbagi ilmu kepada masyarakat,” ungkapnya.

Melalui kegiatan ini, mahasiswa berharap para pelaku UMKM di Kelurahan Pangkajene semakin memahami bahwa keberhasilan usaha tidak hanya ditentukan oleh kualitas produk.

Pengelolaan keuangan yang tertata, legalitas usaha yang jelas, serta kemampuan memanfaatkan platform digital seperti Google Maps kini menjadi faktor penting dalam meningkatkan kepercayaan konsumen dan memperkuat daya saing usaha.

Sebagai tindak lanjut, mahasiswa KKNT UMKM Universitas Hasanuddin akan melakukan pendampingan teknis kepada para pelaku usaha agar ilmu yang diperoleh tidak berhenti di ruang sosialisasi, tetapi benar-benar diterapkan dalam pengembangan usaha sehari-hari.

Langkah ini diharapkan menjadi awal lahirnya UMKM-UMKM yang lebih modern, profesional, dan siap bersaing di tengah perkembangan ekonomi digital yang terus bergerak cepat. (*)

Topik Terkait: Sidrap
Topik Terkait:
Artikel ini termasuk dalam kategori Berita Sidrap Hari Ini .
Temukan berita terbaru dan terkini seputar Sidrap hanya di Katasulsel.com

👉 Lihat semua berita Sidrap terbaru di sini