WAJO – Kegagalan sering kali menjadi alasan seseorang menyerah dalam berbisnis. Namun tidak bagi Andi Wahyudi. Direktur Mega Rasa Catering itu justru menjadikan sekitar 15 kali kegagalan usaha sebagai batu loncatan menuju kesuksesan.
Kisah inspiratif tersebut menjadi salah satu sorotan dalam kegiatan Sharing Session Bisnis Naik Kelas yang digelar Kantor Pelayanan Pajak (KPP) Pratama Watampone bersama Kantor Pelayanan, Penyuluhan, dan Konsultasi Perpajakan (KP2KP) Sengkang, Pemerintah Kabupaten Wajo, serta Komunitas Pengusaha Tangan Di Atas (TDA) Wajo.
Kegiatan yang berlangsung di Aula Badan Pengelola Keuangan dan Pendapatan Daerah (BPKPD) Kabupaten Wajo, Senin (13/7/2026), itu digelar dalam rangka memperingati Hari Pajak 2026.
Mengusung tema “Kenali Kebijakan Pajak Terbaru dan Bangun Pondasi Bisnis yang Kuat”, acara tersebut diikuti 43 peserta yang terdiri dari pelaku usaha dan mahasiswa Universitas Puangrimaggalatung.
Para peserta mendapatkan berbagai materi, mulai dari strategi membangun usaha yang berkelanjutan hingga pemahaman mengenai kebijakan perpajakan terbaru yang berlaku bagi pelaku usaha mikro, kecil, dan menengah (UMKM).
Kepala BPKPD Kabupaten Wajo, Andi Pallawarukka, menegaskan bahwa UMKM memiliki peran penting dalam menggerakkan roda perekonomian daerah.
Menurutnya, semakin banyak pelaku usaha yang berkembang dan sukses, maka dampaknya akan dirasakan langsung terhadap pertumbuhan ekonomi serta peningkatan pendapatan negara dan daerah.
“Semakin banyak pengusaha yang sukses dan berkembang, semakin kuat pula perekonomian. Penerimaan negara dan daerah akan meningkat sehingga pembangunan serta pelayanan kepada masyarakat dapat semakin baik,” ujarnya.
Sementara itu, Kepala KP2KP Sengkang, Riza Kurniawan, mengatakan kolaborasi antara pemerintah dan komunitas pengusaha menjadi sarana yang efektif untuk memberikan edukasi sekaligus menyerap aspirasi dari para pelaku usaha.
Ia berharap kegiatan tersebut dapat membantu UMKM memahami kewajiban perpajakan tanpa mengabaikan pentingnya membangun fondasi bisnis yang sehat dan berkelanjutan.
Namun, sesi yang paling menyita perhatian peserta datang dari pengalaman pribadi Andi Wahyudi.
Di hadapan para peserta, ia mengungkapkan bahwa perjalanan bisnisnya tidak selalu berjalan mulus. Sebelum berhasil mengembangkan usahanya, ia mengaku pernah mengalami sekitar 15 kali kegagalan usaha.
Menurutnya, salah satu kunci bertahan dalam dunia usaha adalah kemampuan membedakan antara masalah dan kondisi.
“Pengusaha harus mampu memahami mana yang merupakan masalah dan mana yang merupakan kondisi. Masalah perlu dicari solusinya, sedangkan kondisi harus dihadapi dengan strategi dan kemampuan beradaptasi,” jelasnya.
Selain sesi motivasi bisnis, peserta juga mendapatkan pemaparan terkait kebijakan perpajakan terbaru. Penyuluh pajak Irzarani Nabila bersama Account Representative Romi Saputra menjelaskan mengenai ketentuan Pajak Penghasilan (PPh) Final UMKM serta Peraturan Pemerintah Nomor 20 Tahun 2026.
Kegiatan kemudian ditutup dengan diskusi interaktif yang membahas berbagai persoalan yang sering dihadapi pelaku usaha, mulai dari pencatatan omzet, pengembangan usaha, hingga pelaksanaan hak dan kewajiban perpajakan.
Melalui kegiatan ini, KPP Pratama Watampone, KP2KP Sengkang, Pemerintah Kabupaten Wajo, dan TDA Wajo berharap semakin banyak pelaku UMKM yang mampu tumbuh menjadi usaha yang tangguh, berkembang secara berkelanjutan, dan tetap patuh terhadap kewajiban perpajakan. (*)
Artikel ini termasuk dalam kategori Berita Wajo Hari Ini .
