Sidrap, Katasulsel.com β€” Universitas Muhammadiyah Sidenreng Rappang (UMS Rappang) melakukan monitoring dan evaluasi terhadap pelaksanaan penelitian dan pengabdian kepada masyarakat yang mendapatkan pendanaan Kementerian Pendidikan Tinggi, Sains, dan Teknologi (Kemdiktisaintek) melalui skema BIMA.

Sebanyak sembilan penelitian dan dua program pengabdian dievaluasi dalam kegiatan tersebut.

Monitoring dan evaluasi digelar di ruang pertemuan lantai 2 Gedung Rektorat UMS Rappang, Sabtu (12/9/2026).

Kegiatan ini dihadiri para peneliti UMS Rappang antara lain Rektor UMS Rappang Prof. Dr. H. Jamaluddin Ahmad, S.Sos., M.Si., Wakil Rektor I Assoc. Prof. Dr. Ir. H. M. Rais Rahmat Razak, M.Si., Wakil Rektor II Dr. Hj. Andi Astinah Adnan, S.S., S.Pd., M.Si, serta reviewer eksternal Dr. Eli Hamid, S.Pd., M.Pd., Ph.D.

Wakil Rektor I UMS Rappang, Assoc. Prof. Dr. Ir. H. M. Rais Rahmat Razak, mengatakan kegiatan tersebut dilakukan untuk melihat sejauh mana progres penelitian dan pengabdian yang telah berjalan.

“Jadi hari ini kita review semua penelitian. Ada penelitian pemula (PDP), kemudian fundamental, baik yang tahun tunggal maupun tahun jamak. Untuk pengabdian, ada dua proposal yang lolos,” kata Dr. Rais usai kegiatan.

Menurutnya, monitoring tidak hanya melihat perkembangan kegiatan, tetapi juga memastikan pemanfaatan dana penelitian, pencapaian luaran, kesesuaian kegiatan dengan proposal, serta peluang keberlanjutan penelitian.

“Fokusnya untuk melihat bagaimana kemajuan penelitian dan pengabdian, sekaligus memastikan dana 80 persen yang sudah dicairkan dari dana riset BIMA dimanfaatkan dengan baik. Kemudian kita melihat bagaimana luarannya, apakah sudah terpenuhi,” jelasnya.

Dr. Rais mengatakan, luaran penelitian menjadi salah satu aspek penting dalam evaluasi. Luaran tersebut antara lain artikel ilmiah yang ditargetkan terbit atau tersubmit pada jurnal internasional bereputasi untuk skema fundamental, maupun jurnal nasional terakreditasi SINTA 1, SINTA 2, dan SINTA 3.

Selain luaran, tim reviewer juga mengecek kesesuaian pelaksanaan penelitian dengan proposal yang telah diajukan.

“Kita juga memastikan apakah penelitian ini sesuai dengan proposal yang telah diajukan. Kemudian yang ketiga, kita melihat apakah penelitian ini bisa berlanjut. Tentu kita berharap penelitian ini memiliki keberlanjutan,” ujarnya.

Ia mencontohkan, penelitian pada skema penelitian pemula diharapkan dapat dikembangkan dan dilanjutkan melalui skema penelitian lainnya pada tahun berikutnya.

Aspek lain yang menjadi perhatian adalah Tingkat Kesiapterapan Teknologi (TKT). Menurut Dr. Rais, sebagian besar penelitian yang dimonitor di UMS Rappang berada pada kisaran TKT 2 hingga TKT 3.

“Jadi selain luaran, kesesuaian, dan keberlanjutan, yang paling penting juga adalah TKT atau tingkat kesiapterapan teknologi. Masing-masing proposal memiliki target TKT. Di UMS Rappang ini kebanyakan berada pada TKT 2 dan 3,” katanya.

Monitoring juga mencakup penyerapan anggaran dan realisasi kegiatan. Hal tersebut dilakukan untuk memastikan penggunaan anggaran berjalan sejalan dengan pelaksanaan penelitian.

“Karena bisa saja anggarannya terserap 80 persen, tetapi kegiatannya sudah 90 persen. Itu juga menjadi poin yang kita lihat,” tambahnya.

Sementara untuk program pengabdian kepada masyarakat, evaluasi mencakup luaran, aspek administrasi, kemitraan, produk yang dihasilkan, hingga dampak kegiatan terhadap masyarakat.

Dari hasil monitoring, Dr. Rais menyebut pelaksanaan sembilan penelitian dan dua program pengabdian di UMS Rappang secara umum telah berjalan sesuai dengan perencanaan.

Ia menambahkan, hasil monitoring tersebut selanjutnya akan dilaporkan. Jika hasil evaluasi diterima, proses pencairan sisa dana penelitian sebesar 20 persen dapat diproses.

Sementara itu, Rektor UMS Rappang Prof. Dr. H. Jamaluddin Ahmad menegaskan bahwa kegiatan monitoring dan evaluasi bukan sekadar memastikan administrasi dan penggunaan anggaran berjalan sesuai aturan.

Menurutnya, riset dan pengabdian yang dilakukan dosen harus memberikan manfaat, baik bagi pengembangan ilmu pengetahuan maupun bagi masyarakat.

“Monitoring seperti ini penting untuk memastikan setiap penelitian dan pengabdian yang dilakukan dosen benar-benar berjalan sesuai dengan rencana, memiliki luaran yang jelas, dan memberikan manfaat,” kata Prof. Jamaluddin.

Ia mengatakan, UMS Rappang terus mendorong dosen untuk meningkatkan kualitas penelitian, khususnya penelitian yang memiliki potensi untuk dikembangkan menjadi inovasi dan memberikan kontribusi bagi masyarakat.

“Yang kita harapkan bukan hanya penelitian selesai, tetapi ada luaran yang bisa dikembangkan, dipublikasikan, dan memberikan dampak. Karena itu, keberlanjutan penelitian menjadi salah satu hal yang penting,” ujarnya.

Prof. Jal juga mengapresiasi para dosen dan tim peneliti yang telah menjalankan program penelitian dan pengabdian sesuai target yang ditetapkan.

“Ini menjadi bagian dari komitmen UMS Rappang untuk terus meningkatkan budaya riset dan pengabdian. Kita ingin penelitian dosen tidak berhenti pada laporan, tetapi bisa menghasilkan karya dan inovasi yang bermanfaat,” pungkasnya. (*)