Nurkanaah menyebut, di era yang ditandai dengan perubahan sosial yang cepat, peran organisasi perempuan menjadi semakin penting dalam menjaga harmoni, memperkuat ketahanan keluarga, serta menanamkan nilai-nilai kebersamaan di tengah masyarakat.
Karena itu, ia berharap Aisyiyah terus menjadi pelopor gerakan perempuan Islam yang moderat, inklusif, dan mampu menghadirkan solusi atas berbagai persoalan sosial yang dihadapi bangsa.
βMilad ke-109 ini menjadi momentum untuk memperkuat dakwah yang menyejukkan, mempererat persaudaraan, membangun persatuan, serta menghadirkan manfaat nyata bagi masyarakat luas,β katanya.
Ia juga menegaskan bahwa dakwah kemanusiaan yang selama ini menjadi ciri khas Aisyiyah sangat relevan dengan kebutuhan masyarakat saat ini, terutama dalam menghadapi tantangan kemiskinan, pendidikan, kesehatan, dan penguatan peran perempuan.
Camat Paling Merakyat Versi Pembaca
Polling ini partisipatif, bukan survei ilmiah. Indikator : Sisi kedekatan dengan warga, respons terhadap masalah, hingga dukungan pada aktivitas sosial dan ekonomi lokal.
Polling ini partisipasi pembaca, bukan survei ilmiah.
1 perangkat/IP = 1 suara
Resepsi Milad ke-109 Aisyiyah turut dihadiri jajaran pengurus pusat Aisyiyah, pimpinan wilayah dan daerah Aisyiyah dari berbagai kabupaten dan kota, unsur Muhammadiyah, serta sejumlah tokoh masyarakat.
Selain menjadi ajang peringatan hari lahir organisasi, kegiatan tersebut juga menjadi ruang silaturahmi dan konsolidasi gerakan untuk memperkuat sinergi antarwilayah dalam menjalankan program-program kemasyarakatan yang berdampak langsung bagi umat.
Memasuki usia ke-109 tahun, Aisyiyah kembali menegaskan posisinya bukan hanya sebagai organisasi perempuan, tetapi juga sebagai kekuatan sosial yang terus bergerak membangun peradaban melalui dakwah, pendidikan, dan kemanusiaan (*)
