Soppeng, katasulsel.com — Kebiasaan mengonsumsi minuman manis dalam kemasan kini menjadi perhatian di Desa Labokong, Kecamatan Donri-Donri, Kabupaten Soppeng. Di tengah meningkatnya kasus penyakit tidak menular, mahasiswa Fakultas Kesehatan Masyarakat (FKM) Universitas Hasanuddin (Unhas) turun langsung memberikan edukasi kepada masyarakat melalui program bertajuk SIGAP GULA (Sinergi Orang Tua Cegah Gula Berlebih pada Keluarga).

Kegiatan yang berlangsung di Posko Desa Labokong pada Rabu (1/7/2026) itu menyasar para orang tua dan keluarga sebagai garda terdepan dalam menjaga kesehatan rumah tangga.

Bukan tanpa alasan. Banyak masyarakat yang tanpa sadar mengonsumsi gula dalam jumlah berlebih setiap hari melalui minuman kemasan, teh manis, minuman bersoda, hingga berbagai produk yang mudah ditemukan di warung maupun minimarket.

Melalui Program Praktik Belajar Lapangan (PBL) III, mahasiswa Unhas mengajak warga mengenali risiko diabetes melitus sejak dini serta pentingnya mengontrol asupan gula dalam kehidupan sehari-hari.

Suasana edukasi berlangsung hangat dan interaktif. Warga diajak memahami apa itu diabetes, faktor-faktor yang dapat memicu penyakit tersebut, hingga cara sederhana untuk mencegahnya.

Salah satu materi yang menarik perhatian peserta adalah cara membaca informasi nilai gizi pada kemasan makanan dan minuman. Banyak peserta mengaku baru mengetahui bahwa beberapa minuman yang sering dikonsumsi ternyata mengandung kadar gula yang cukup tinggi.

Mahasiswa juga menekankan bahwa pencegahan diabetes tidak harus dimulai dengan langkah besar. Mengurangi minuman manis, memperbanyak konsumsi air putih, serta membiasakan pola hidup sehat di lingkungan keluarga menjadi langkah awal yang sangat penting.

Menariknya, program ini tidak berhenti pada kegiatan edukasi semata.

Sebagai bagian dari upaya keberlanjutan, mahasiswa mengangkat Nurhaedah sebagai Kader Penggerak Edukasi SIGAP GULA di Desa Labokong. Kehadirannya diharapkan menjadi motor penggerak yang akan terus menyebarkan informasi kesehatan kepada masyarakat meskipun masa pengabdian mahasiswa telah berakhir.

Dengan melibatkan warga sebagai penggerak utama, program ini mengusung pendekatan berbasis potensi masyarakat atau Asset-Based Community Development (ABCD), yang menempatkan kekuatan lokal sebagai fondasi perubahan.

Mahasiswa PBL III FKM Unhas berharap langkah sederhana yang dimulai dari Desa Labokong ini dapat menjadi gerakan bersama untuk menekan risiko diabetes dan meningkatkan kualitas kesehatan masyarakat.

Sebab, menurut mereka, pencegahan penyakit tidak menular sering kali dimulai dari meja makan keluarga dan kebiasaan yang dilakukan setiap hari.

Dari sebuah posko kecil di Desa Labokong, pesan penting itu pun disampaikan kepada warga: tidak semua yang manis baik untuk tubuh, dan menjaga kesehatan bisa dimulai dengan mengurangi satu gelas minuman manis setiap hari.

Topik Terkait:
Artikel ini termasuk dalam kategori Berita Soppeng Hari Ini .
Temukan berita terbaru dan terkini seputar Soppeng hanya di Katasulsel.com

👉 Lihat semua berita Soppeng terbaru di sini