Soppeng, katasulsel.com — Suasana Balai Pertemuan Masyarakat Desa Jampu, Kecamatan Liliriaja, mendadak ramai, belum lama ini.

Bukan karena rapat desa atau pesta rakyat, melainkan karena puluhan pasang mata serius menyimak pembahasan tentang satu penyakit yang sering dianggap biasa, padahal bisa berbahaya jika terlambat ditangani: diare.

Kegiatan tersebut digelar mahasiswa Fakultas Kesehatan Masyarakat (FKM) Universitas Hasanuddin melalui Program Praktik Belajar Lapangan (PBL) III dengan tema “Edukasi Diare: Kenali, Cegah, Atasi.”

Menariknya, warga Desa Jampu tidak hanya diajak mendengar materi. Mereka juga diajak mengingat kembali kebiasaan sehari-hari yang tanpa disadari dapat menjadi pintu masuk berbagai penyakit.

Salah satunya adalah kebiasaan tidak mencuci tangan dengan benar sebelum makan atau setelah beraktivitas.

Dalam sesi edukasi yang menghadirkan tenaga Promosi Kesehatan dari Puskesmas, warga diberikan penjelasan mengenai penyebab diare, gejala yang perlu diwaspadai, hingga langkah sederhana untuk mencegahnya.

Beberapa peserta bahkan mengaku baru mengetahui bahwa kebersihan tangan, air minum, dan makanan memiliki hubungan erat dengan kasus diare yang sering terjadi di lingkungan rumah tangga.

Suasana semakin hidup ketika sesi tanya jawab dimulai. Warga bergantian menceritakan pengalaman mereka saat menghadapi anggota keluarga yang mengalami diare, terutama pada anak-anak.

Tak sedikit yang memanfaatkan kesempatan itu untuk bertanya langsung mengenai penanganan awal yang tepat sebelum pasien dibawa ke fasilitas kesehatan.

Mahasiswa Unhas kemudian memperagakan cara mencuci tangan yang benar serta memperkenalkan pembuatan larutan oralit sebagai langkah pertolongan pertama ketika diare terjadi.

Bagi warga, kegiatan tersebut bukan sekadar penyuluhan biasa. Banyak peserta mengaku mendapatkan pengetahuan baru yang dapat langsung diterapkan dalam kehidupan sehari-hari.

Program ini juga menjadi bukti bahwa kolaborasi antara mahasiswa, tenaga kesehatan, pemerintah desa, dan masyarakat dapat menghadirkan manfaat nyata hingga ke tingkat desa.

Di tengah berbagai isu kesehatan yang terus berkembang, Desa Jampu memilih memulai dari langkah sederhana: membangun kesadaran warga agar lebih peduli terhadap kebersihan dan kesehatan keluarga.

Sebab dari dapur yang bersih, air minum yang aman, dan kebiasaan mencuci tangan yang benar, banyak penyakit bisa dicegah sebelum sempat datang.

Dan sore itu, dari sebuah balai pertemuan di Desa Jampu, pelajaran penting itu dibagikan kepada masyarakat dengan cara yang sederhana, dekat, dan mudah dipahami.

Topik Terkait:
Artikel ini termasuk dalam kategori Berita Soppeng Hari Ini .
Temukan berita terbaru dan terkini seputar Soppeng hanya di Katasulsel.com

👉 Lihat semua berita Soppeng terbaru di sini