SOPPENG, Katasulsel.com — Warga Kelurahan Pajalesang, Kecamatan Lilirilau, Kabupaten Soppeng, dibuat lebih waspada terhadap ancaman Diabetes Melitus. Bukan dari rumah sakit, melainkan dari sebuah kegiatan edukasi yang digelar di masjid setempat.
Pada Senin malam (29/6/2026), mahasiswa Praktik Belajar Lapangan (PBL) III Fakultas Kesehatan Masyarakat Universitas Hasanuddin melaksanakan program Aksi Mutiara: Edukasi Pencegahan Diabetes Melitus Berbasis Pemberdayaan Masyarakat yang menyasar ibu rumah tangga di wilayah tersebut.
Kegiatan ini berlangsung di Masjid Kelurahan Pajalesang dan diikuti 12 ibu rumah tangga yang aktif berdiskusi mengenai pola makan sehari-hari.
Di balik kegiatan itu, Pilsa Nurul Azisa selaku fasilitator menjelaskan bahwa antusiasme peserta cukup tinggi sejak awal kegiatan.
“Ibu-ibu sangat aktif bertanya, terutama soal makanan sehari-hari yang ternyata bisa memicu diabetes jika tidak dikontrol,” ujarnya.
Kegiatan diawali dengan pre-test untuk mengukur pemahaman awal peserta, kemudian dilanjutkan dengan edukasi menggunakan media poster, diskusi interaktif, hingga post-test dan komitmen perubahan pola makan sehat.
Menariknya, peserta tidak hanya mendengarkan, tetapi juga mulai menyadari kebiasaan kecil yang selama ini dianggap biasa—seperti konsumsi gula berlebih dan pola makan tidak teratur—ternyata berisiko terhadap kesehatan keluarga.
Program ini lahir dari temuan mahasiswa bahwa tingkat pengetahuan masyarakat di Pajalesang mengenai Diabetes Melitus masih tergolong rendah, terutama pada kelompok ibu rumah tangga.
Karena itu, pendekatan yang digunakan tidak sekadar penyuluhan, tetapi juga pemberdayaan berbasis aset lokal seperti masjid, kader kesehatan, dan tokoh agama di lingkungan setempat.
Pendekatan ini dikenal dengan konsep Asset-Based Community Development (ABCD), yang menekankan bahwa perubahan kesehatan masyarakat akan lebih kuat jika dimulai dari potensi yang sudah ada di lingkungan sendiri.
Para peserta juga menyatakan kesediaannya untuk mulai menerapkan pola makan sehat di rumah sebagai langkah pencegahan Diabetes Melitus bagi keluarga.
Ke depan, kader kesehatan dan pengurus masjid diharapkan terus melanjutkan edukasi serupa agar pesan kesehatan tidak berhenti pada satu kegiatan saja, tetapi menjadi gerakan berkelanjutan di tingkat kelurahan.
Dari masjid kecil di Pajalesang ini, tumbuh kesadaran baru bahwa menjaga gula darah bukan hal rumit—cukup dimulai dari dapur rumah sendiri di Soppeng. (*)
Artikel ini termasuk dalam kategori Berita Soppeng Hari Ini .
