Sidrap, Katasulsel.com β Ada daerah yang bekerja dalam sunyi, ada pula yang pelan-pelan mengubah prestasi menjadi reputasi. Kabupaten Sidenreng Rappang (Sidrap) belakangan ini lebih dekat ke kategori yang kedua.
Di bawah kepemimpinan Bupati Syaharuddin Alrif, yang genap lebih dari satu tahun menakhodai daerah ini, Sidrap mencatat rangkaian capaian yang cukup menonjol di level regional hingga nasional. Salah satu yang paling disorot adalah keberhasilan mempertahankan opini Wajar Tanpa Pengecualian (WTP) dari Badan Pemeriksa Keuangan (BPK) RI untuk ke-10 kalinya secara berturut-turut.
Di Auditorium BPK RI Perwakilan Sulawesi Selatan, capaian itu kembali ditegaskan sebagai bentuk konsistensi tata kelola keuangan daerah. Secara administratif, ini menjadi indikator bahwa pengelolaan anggaran Sidrap berada dalam koridor akuntabilitas yang diakui auditor negara.
Namun di balik capaian teknokratis tersebut, nama Syaharuddin Alrif ikut menjadi sorotan sebagai kepala daerah yang berada di pusat orkestrasi kebijakan. Pemerintah daerah menekankan bahwa capaian ini bukan kerja individu, melainkan hasil kerja kolektif lintas OPD, DPRD, hingga sistem pengawasan internal yang diperkuat.
Di tengah euforia angka dan penghargaan, ruang diskusi publik tetap terbuka: apakah konsistensi WTP dan sederet prestasi tersebut telah sepenuhnya berbanding lurus dengan kualitas layanan publik yang dirasakan masyarakat sehari-hari.
Dalam kurun waktu 2025 hingga Mei 2026, Pemerintah Kabupaten Sidrap tercatat mengantongi sekitar 38 penghargaan dari berbagai sektor. Mulai dari pendidikan, kesehatan, lingkungan hidup, ekonomi daerah, hingga transformasi digital pemerintahan.
Beberapa di antaranya meliputi pengakuan sebagai Kabupaten Sehat 2025, capaian sebagai TP2DD terbaik kawasan Sulawesi, serta sejumlah penghargaan inovasi di tingkat nasional hingga ASEAN-Indonesia.
Deretan capaian tersebut membuat Sidrap mulai dipersepsikan sebagai daerah yang tidak hanya bertumpu pada sektor agraris, tetapi juga mulai membangun identitas baru sebagai kabupaten berbasis inovasi dan tata kelola modern.
