Penulis
MUH MIRZA FACHRULLAH

TAKALAR – Kabar menggembirakan datang dari dunia pendidikan di Kabupaten Takalar. Sebanyak 200 buku dari Perpustakaan Nasional Republik Indonesia (Perpusnas) kini memperkaya koleksi bacaan di UPT SD Negeri 18 Bontokaddatto berkat kolaborasi Mahasiswa KKN Tematik Literasi Universitas Hasanuddin (Unhas) Gelombang 116 Posko Kelurahan Canrego.

Tak hanya menghadirkan ratusan buku baru, mahasiswa KKN Unhas juga menggelar program “Cerdas Mengulas Buku”, sebuah kegiatan yang mengajak siswa tidak sekadar membaca, tetapi memahami, mengkritisi, dan menyampaikan kembali isi buku dengan bahasa mereka sendiri.

Program yang berlangsung pada Selasa, 21 Juli 2026 itu melibatkan siswa kelas IV, V, dan VI. Suasana kelas terlihat berbeda dari biasanya. Para siswa tampak aktif berdiskusi, bertukar pendapat, hingga menyampaikan pesan moral yang mereka temukan dari buku yang dibaca.

Kegiatan ini menjadi bagian dari upaya memperkuat budaya literasi di lingkungan sekolah dasar yang kini menjadi perhatian berbagai pihak.

Yang menarik, program tersebut tidak berhenti pada kegiatan membaca semata. Mahasiswa KKN Tematik Literasi Unhas juga menjalin Nota Kesepahaman (MoU) dengan pihak sekolah untuk memperluas akses bacaan bagi siswa melalui peminjaman 200 eksemplar buku dari Perpusnas.

Tambahan koleksi tersebut diharapkan mampu membuka lebih banyak peluang bagi siswa untuk mengenal berbagai jenis bacaan dan memperkaya wawasan mereka sejak dini.

Kepala UPT SD Negeri 18 Bontokaddatto menyambut positif program tersebut. Ia menilai kegiatan mengulas buku menjadi metode pembelajaran yang efektif untuk meningkatkan kemampuan membaca sekaligus melatih keberanian siswa dalam menyampaikan gagasan.

“Kami mengucapkan terima kasih kepada mahasiswa KKN Universitas Hasanuddin atas inisiatif yang sangat bermanfaat ini. Kerja sama melalui peminjaman 200 buku dari Perpusnas menjadi langkah nyata dalam memperkuat budaya literasi di sekolah,” ujarnya.

Menurutnya, kehadiran ratusan buku baru akan memberikan kesempatan lebih luas bagi siswa untuk belajar melalui aktivitas membaca yang menyenangkan.

Program ini juga menunjukkan bahwa penguatan literasi tidak hanya menjadi tanggung jawab sekolah, tetapi membutuhkan kolaborasi antara perguruan tinggi, pemerintah, dan lembaga penyedia sumber belajar.

Melalui program Cerdas Mengulas Buku, mahasiswa KKN Tematik Literasi Unhas berharap lahir generasi muda yang tidak hanya gemar membaca, tetapi juga memiliki kemampuan berpikir kritis, menganalisis informasi, dan menyampaikan ide dengan percaya diri.

Di tengah tantangan rendahnya minat baca nasional, langkah sederhana yang dimulai dari sebuah sekolah dasar di Takalar ini menjadi bukti bahwa budaya literasi dapat tumbuh ketika buku dan pendampingan hadir secara bersamaan. (*)

Topik: Takalar