Penulis
rifqa annisa yusnita

BANTAENG – Penggunaan gadget di kalangan anak-anak semakin sulit dipisahkan dari aktivitas sehari-hari. Mulai dari belajar, bermain, hingga menonton video, layar ponsel kini menjadi bagian dari kehidupan siswa. Namun di balik kemudahan tersebut, tersimpan ancaman yang kerap luput disadari, yakni digital eye strain atau kelelahan mata akibat terlalu lama menatap layar.

Melihat fenomena tersebut, Mahasiswa KKN Gelombang 116 Universitas Hasanuddin (Unhas) menggelar sosialisasi bertajuk “Penerapan Metode 20-20-20 sebagai Upaya Mencegah Digital Eye Strain pada Anak Usia Sekolah” di SD Negeri Banyorang, Kelurahan Banyorang, Kecamatan Tompobulu, Kabupaten Bantaeng.

Program yang dipelopori Eka Adelia Putri Sarima ini bertujuan membangun kesadaran siswa tentang pentingnya menjaga kesehatan mata sejak dini, terutama di era digital yang membuat anak-anak semakin sering berinteraksi dengan layar gadget.

Dalam kegiatan tersebut, para siswa diperkenalkan pada metode sederhana namun efektif yang dikenal sebagai aturan 20-20-20. Metode ini mengajarkan agar setiap 20 menit menatap layar, seseorang mengalihkan pandangan selama 20 detik ke objek yang berjarak sekitar 20 kaki atau sekitar 6 meter.

“Cara ini sangat sederhana, tetapi terbukti membantu mengurangi ketegangan otot mata akibat terlalu lama fokus pada layar,” jelas Eka saat memberikan materi kepada peserta.

Agar lebih mudah dipahami anak-anak, sosialisasi dikemas secara interaktif melalui presentasi bergambar, video edukasi, praktik langsung, hingga permainan kuis yang membuat suasana belajar terasa menyenangkan.

Antusiasme siswa terlihat sepanjang kegiatan. Mereka aktif menjawab pertanyaan, mengikuti simulasi aturan 20-20-20, bahkan berbagi cerita tentang kebiasaan menggunakan gadget di rumah.

Tidak sedikit siswa yang mengaku sering menghabiskan waktu berjam-jam bermain gim atau menonton video tanpa menyadari dampaknya terhadap kesehatan mata.

Guru-guru SD Negeri Banyorang menyambut positif kegiatan tersebut. Menurut mereka, materi yang dibawakan sangat relevan dengan kondisi saat ini ketika penggunaan perangkat digital pada anak terus meningkat.

“Edukasi seperti ini sangat penting karena anak-anak perlu memahami bahwa gadget bukan hanya soal hiburan, tetapi juga memiliki dampak kesehatan jika digunakan secara berlebihan,” ungkap salah seorang guru.

Selain sesi edukasi, mahasiswa KKN Unhas juga menggelar kuis berhadiah yang semakin menambah semangat peserta. Pendekatan yang santai dan menyenangkan membuat pesan kesehatan lebih mudah diterima oleh siswa.

Melalui kegiatan ini, mahasiswa KKN Unhas berharap anak-anak di Bantaeng dapat mulai menerapkan kebiasaan sederhana menjaga kesehatan mata saat menggunakan gadget. Dengan menerapkan aturan 20-20-20 secara konsisten, risiko mata lelah dapat diminimalkan, sementara kenyamanan belajar dan aktivitas sehari-hari tetap terjaga.

Program ini menjadi salah satu bentuk kontribusi nyata mahasiswa Universitas Hasanuddin dalam meningkatkan literasi kesehatan masyarakat sekaligus membentuk generasi yang lebih bijak dalam menggunakan teknologi digital. (*)

Topik: Bantaeng