Ruang yang mempertemukan masa lalu dan masa kini.
“Momentum seperti ini sangat penting untuk menjaga silaturahmi, memperkuat jejaring, dan membangun kolaborasi lintas generasi demi memberi kontribusi nyata bagi masyarakat,” ujarnya.
Kalimat itu terdengar formal.
Tetapi di lingkungan alumni, ia punya makna yang lebih dalam.
Karena jejaring di kampus hukum bukan sekadar daftar nama.
Ia sering berubah menjadi jalan panjang karier, pengabdian, dan pertemuan tak terduga di ruang-ruang pengadilan, pemerintahan, dan kebijakan publik.
Andi Ina juga menyampaikan rasa terima kasih atas penghargaan yang diberikan Fakultas Hukum Unhas.
Baginya, penghargaan itu bukan garis akhir.
Lebih seperti pengingat bahwa hubungan antara alumni dan almamater tidak pernah benar-benar selesai.
“Penghargaan ini tentu menjadi kehormatan sekaligus amanah untuk terus memberikan kontribusi terbaik bagi almamater, masyarakat, dan daerah,” katanya.
Di sela acara, suasana pelataran kampus kembali cair.
Alumni berdiri berkelompok.
Ada yang berbicara hukum.
Ada yang berbicara politik.
Ada yang sekadar membicarakan masa kuliah—yang kadang terasa lebih jujur daripada rapat formal di kantor.
Dies Natalis kali ini juga menjadi semacam panggung besar pertemuan generasi.
Dari yang sudah beruban hingga yang baru mengenakan jas almamater.
Dari yang sudah menjadi pejabat hingga yang baru mulai meniti karier hukum.
Dan di tengah semuanya, Fakultas Hukum Unhas seperti berdiri sebagai simpul yang tidak pernah putus.
…………………….
Artikel ini termasuk dalam kategori Berita Barru Hari Ini .
