Di sisi lain, pemerintah daerah juga menyiapkan skema pasar murah LPG 3 kilogram sebagai bentuk intervensi harga. Program ini akan melibatkan armada distribusi langsung ke masyarakat untuk memastikan gas bersubsidi dapat diperoleh dengan harga sesuai ketentuan.
Kepala Bagian Ekonomi Setda Sidrap, Muh. Haris Alimin, menegaskan bahwa koordinasi dengan Pertamina akan terus dilakukan secara intensif agar pola distribusi lebih adaptif terhadap kebutuhan di lapangan, terutama saat musim tanam yang cenderung meningkatkan konsumsi secara signifikan.
Menurutnya, tantangan utama bukan hanya pada ketersediaan stok, tetapi juga pada pola distribusi yang harus mampu menyeimbangkan antara kebutuhan rumah tangga dan kebutuhan sektor pertanian agar tidak terjadi perebutan pasokan di tingkat masyarakat.
“Kami pastikan langkah-langkah ini segera dieksekusi agar stok kembali normal dan harga bisa stabil sesuai ketentuan,” ujarnya.
Pemerintah Kabupaten Sidrap berharap rangkaian kebijakan ini dapat segera meredakan tekanan di lapangan. Masyarakat juga diminta berperan aktif mengawasi distribusi serta melaporkan jika ditemukan praktik penimbunan atau penjualan di atas harga yang telah ditetapkan.
Hingga saat ini, tim pemantau dari Bagian Ekonomi masih terus melakukan monitoring langsung di pangkalan resmi maupun pasar tradisional untuk memastikan distribusi LPG 3 kilogram berjalan sesuai sasaran. (*)
