Jakarta, katasulsel.com β€” Sebuah video yang memperlihatkan dua pria berpelukan dan berciuman di lingkungan kampus mendadak menghebohkan media sosial. Peristiwa yang terjadi di area Perpustakaan Politeknik Negeri Jakarta (PNJ), Depok, Selasa (2/6/2026), itu tak hanya memicu perdebatan publik, tetapi juga menghadirkan momen yang mengundang keprihatinan.

Video yang beredar luas memperlihatkan kedua pria tersebut dihentikan dan dimintai keterangan oleh sejumlah mahasiswa yang berada di lokasi. Tak lama kemudian, keduanya diamankan dan dibawa ke pihak kampus untuk menjalani proses klarifikasi.

Informasi yang beredar menyebutkan, salah satu pria merupakan mahasiswa aktif PNJ berinisial AZ (19), sementara satu lainnya berinisial AW (20) yang bukan mahasiswa kampus tersebut.

Peristiwa itu dengan cepat menyebar di kalangan mahasiswa. Rekaman video yang beredar memicu berbagai reaksi, mulai dari kecaman hingga perdebatan mengenai cara penanganan yang dilakukan di lingkungan kampus.

Situasi semakin menyita perhatian ketika kedua pria tersebut sempat dibawa ke area terbuka kampus dan menjadi pusat perhatian mahasiswa. Hingga malam hari, pihak kampus bersama unsur kemahasiswaan melakukan proses klarifikasi terhadap pihak yang terlibat.

Namun yang paling menyentuh perhatian publik bukanlah viralnya video tersebut, melainkan kehadiran orang tua mahasiswa yang datang langsung ke kampus. Dalam suasana yang penuh tekanan dan sorotan banyak pihak, orang tua mahasiswa disebut sempat bersujud dan menyampaikan permohonan maaf di hadapan mahasiswa serta jajaran kampus.

Momen itu menjadi salah satu bagian yang paling banyak dibicarakan di media sosial. Sebagian netizen menilai peristiwa tersebut sebagai bentuk tanggung jawab keluarga, sementara yang lain menyoroti dampak sosial dan psikologis yang muncul akibat viralnya kasus tersebut.

Dalam keterangan resminya, Politeknik Negeri Jakarta membenarkan adanya insiden yang diduga melanggar tata tertib kampus dan melibatkan seorang mahasiswa aktif bersama seorang pihak eksternal.

Pihak kampus menjelaskan bahwa langkah pengamanan dilakukan segera setelah insiden diketahui, dengan melibatkan petugas keamanan dan perwakilan mahasiswa guna menjaga ketertiban serta kondusivitas lingkungan pendidikan.

Setelah proses klarifikasi awal dilakukan, kampus juga berkomunikasi dengan keluarga mahasiswa yang bersangkutan sebagai bentuk pendampingan. Kedua individu kemudian didampingi petugas keamanan untuk meninggalkan area kampus.

PNJ menegaskan bahwa situasi kampus saat ini telah kembali aman, tertib, dan kondusif. Sementara itu, peristiwa tersebut masih menjadi bahan diskusi publik mengenai batas privasi, etika di lingkungan pendidikan, serta cara penanganan kasus yang viral di era media sosial. (*)

Mengawal akurasi dan kedalaman berita