MAKASSAR, Katasulsel.com — Aroma reuni mulai tercium di tubuh PSM Makassar. Nama Darije Kalezic kembali menguat sebagai kandidat utama pelatih Juku Eja untuk menghadapi musim 2026/2027.
Meski belum diumumkan secara resmi, manajemen PSM disebut telah mencapai kesepakatan dengan pelatih baru. Berbagai petunjuk mengarah pada sosok Darije, pelatih yang pernah menorehkan salah satu catatan paling manis dalam sejarah klub kebanggaan Sulawesi Selatan tersebut.
Bagi suporter PSM, Darije bukan sekadar pelatih asing. Ia adalah sosok yang mengakhiri penantian panjang trofi nasional saat membawa PSM menjuarai Piala Indonesia 2018–2019. Gelar itu terasa istimewa karena menghapus dahaga prestasi yang telah berlangsung hampir dua dekade.
Kini, situasi yang dihadapi PSM jauh berbeda. Klub berjuluk Pasukan Ramang itu sedang berada dalam fase yang tidak mudah. Sejumlah pemain penting telah pergi, sementara sanksi larangan transfer membuat ruang gerak manajemen menjadi terbatas. Siapa pun pelatih yang datang harus bekerja dengan sumber daya yang ada.
Di sinilah nama Darije dianggap relevan. Pelatih berlisensi UEFA Pro itu dikenal menyukai permainan yang disiplin, organisasi pertahanan yang rapi, dan transisi cepat saat menyerang. Karakter tersebut dinilai cocok untuk tim yang harus bertarung dengan keterbatasan skuad.
Yang membuat isu ini semakin menarik, Darije dikabarkan sudah berada di Makassar. Kehadirannya memicu spekulasi bahwa pengumuman resmi hanya tinggal menunggu waktu. Di media sosial, banyak suporter mulai mengenang kembali malam-malam ketika PSM mengangkat trofi dan Mattoangin bergemuruh oleh sorak kemenangan.
Jika benar kembali, Darije tidak hanya membawa koper berisi taktik dan strategi. Ia membawa kenangan, harapan, sekaligus ekspektasi besar dari ribuan pendukung yang ingin melihat PSM kembali menjadi kekuatan utama sepak bola Indonesia.
Kadang dalam sepak bola, yang dicari bukan wajah baru. Yang dicari adalah sosok lama yang pernah membuktikan bahwa mimpi bisa menjadi kenyataan. (*)










