“Kalau satu mata rantai putus, stunting bisa masuk kapan saja,” tegasnya.

Di lapangan, pendekatan ini membuat puskesmas tidak lagi sekadar tempat berobat, tetapi berubah menjadi pusat kontrol perjalanan hidup awal manusia—dari sebelum pernikahan sampai anak siap sekolah.

Yang menarik, strategi ini juga mengubah cara berpikir masyarakat. Calon pengantin kini bukan hanya datang untuk “sah secara administrasi”, tetapi juga “sah secara kesehatan”.

Dengan pola itu, Sidrap seperti sedang melakukan sesuatu yang tidak banyak daerah berani lakukan: mencegah manusia sebelum masalahnya lahir.

Dan di balik seluruh desain besar itu, nama Dr. Ishak Kenre menjadi porosnya—bukan hanya sebagai pejabat kesehatan, tetapi sebagai arsitek pendekatan yang menggeser titik awal perang melawan stunting jauh ke hulu kehidupan. (*)

Topik Terkait:
Artikel ini termasuk dalam kategori Berita Sidrap Hari Ini .
Temukan berita terbaru dan terkini seputar Sidrap hanya di Katasulsel.com

👉 Lihat semua berita Sidrap terbaru di sini