Makassar, Katasulsel.com – Jalur penghubung vital antara Kabupaten Gowa dan Kota Makassar mulai menunjukkan wajah baru. Ruas-ruas jalan strategis dalam Paket 2 Multiyears Project (MYP) Infrastruktur Jalan Sulawesi Selatan senilai Rp274 miliar kini memasuki fase percepatan pekerjaan di lapangan.
Program ini mencakup 10 ruas jalan strategis di wilayah selatan Sulawesi Selatan, yang menjadi tulang punggung konektivitas kawasan metropolitan Makassar dan sekitarnya.
Dalam dunia konstruksi jalan, paket ini tidak hanya berfokus pada pengaspalan (hotmix overlay), tetapi juga mencakup pekerjaan betonisasi bahu jalan (shoulder concrete work), peningkatan struktur perkerasan, hingga perbaikan drainase jalan (road drainage system) untuk menjaga daya tahan badan jalan terhadap beban lalu lintas tinggi.
Panciro–Makassar Jadi Titik “Fast Lane” Pembangunan
Salah satu ruas yang menjadi sorotan adalah Ruas Panciro (Gowa) – Batas Kota Makassar dengan panjang sekitar 4,18 kilometer.
Camat Paling Merakyat Versi Pembaca
Polling ini partisipatif, bukan survei ilmiah. Indikator : Sisi kedekatan dengan warga, respons terhadap masalah, hingga dukungan pada aktivitas sosial dan ekonomi lokal.
Polling ini partisipasi pembaca, bukan survei ilmiah.
1 perangkat/IP = 1 suara
Gubernur Sulawesi Selatan, Andi Sudirman Sulaiman, menyebut progres di ruas ini sudah mencapai 83,35 persen, dengan pekerjaan yang kini didominasi oleh pengaspalan akhir dan penguatan struktur bahu jalan.
“Alhamdulillah, ruas jalan dalam Paket 2 Multiyears Project Infrastruktur Jalan yang mencakup 10 ruas telah menunjukkan peningkatan progres yang signifikan,” ujarnya, Minggu (31/5/2026).
Dalam istilah teknis jalan, ruas ini sudah masuk tahap finishing layer pekerjaan perkerasan lentur (flexible pavement final layer) yang menjadi penentu kualitas kenyamanan dan daya tahan jalan jangka panjang.
Jalur Gowa–Barombong–Takalar Masih Dikebut
Selain itu, ruas Batas Gowa – Barombong – Batas Takalar sepanjang 2,32 kilometer juga terus dikerjakan, meski progresnya masih berada di angka 6,43 persen.
………………
Ruas ini masuk dalam kategori arteri sekunder penghubung kawasan pesisir dan penyangga kota, yang memiliki peran penting dalam mengurai kepadatan lalu lintas dari dan menuju Kota Makassar.
Secara teknis, pekerjaan di ruas ini masih berada pada tahap awal seperti perbaikan subgrade, pemadatan tanah dasar, dan pembangunan lapis pondasi agregat (LPA) sebelum masuk ke tahap pengaspalan.
Makassar–Gowa Jadi “Sumbu Ekonomi Baru”
Peningkatan kualitas jalan di kawasan Gowa–Makassar ini dipandang sebagai bagian dari pembentukan economic corridor (koridor ekonomi) yang menghubungkan pusat aktivitas perdagangan, permukiman, hingga kawasan industri.
Dengan meningkatnya kualitas infrastruktur jalan, diharapkan terjadi penurunan vehicle operating cost (VOC) serta peningkatan level of service (LoS) yang berdampak langsung pada kelancaran mobilitas masyarakat dan distribusi barang.
Komitmen Percepatan Infrastruktur Sulsel
Gubernur Sulsel menegaskan bahwa pembangunan infrastruktur jalan merupakan salah satu prioritas utama pemerintah daerah dalam mendorong pemerataan pembangunan dan daya saing wilayah.
………………
Ia juga mengajak masyarakat untuk terus memberikan dukungan agar pekerjaan di lapangan dapat berjalan lancar dan tepat waktu.
“Mohon doa dan dukungan seluruh masyarakat Sulawesi Selatan agar pekerjaan ini berjalan baik dan manfaatnya segera dirasakan,” harapnya.
Menurutnya, penguatan konektivitas Gowa–Makassar tidak hanya berdampak pada sektor transportasi, tetapi juga menjadi pemicu tumbuhnya pusat-pusat ekonomi baru di kawasan penyangga metropolitan.
Dengan progres yang terus meningkat, Paket 2 MYP ini diharapkan menjadi salah satu jalur utama mobilitas modern Sulawesi Selatan yang lebih efisien, kuat, dan berkelanjutan. (*)
