Penulis
A. Nurazizah. MS

SIDRAP – Hipertensi atau tekanan darah tinggi menjadi salah satu masalah kesehatan yang paling banyak ditemukan di Desa Tonrong Rijang, Kecamatan Baranti, Kabupaten Sidenreng Rappang (Sidrap). Kondisi tersebut mendorong mahasiswa Kuliah Kerja Nyata Profesi Kesehatan (KKN-PK) Universitas Hasanuddin (Unhas) Gelombang 69 menggelar program GESIT (Gerakan Sehat Cegah Hipertensi) yang dipadukan dengan kegiatan Program Pengelolaan Penyakit Kronis (Prolanis), Rabu (15/7/2026).

Kegiatan yang berlangsung di Kantor Desa Tonrong Rijang itu diikuti oleh 37 peserta yang merupakan penyandang diabetes melitus (DM) dan hipertensi. Program ini menjadi bagian dari upaya meningkatkan kesadaran masyarakat terhadap bahaya hipertensi sekaligus mendorong penerapan gaya hidup sehat sejak dini.

Pelaksanaan GESIT merupakan hasil kolaborasi mahasiswa KKN-PK Unhas bersama Poskesdes Tonrong Rijang, Pustu Tonrong Rijang, dan Puskesmas Baranti. Sejumlah tenaga kesehatan turut hadir mendampingi kegiatan, di antaranya Kepala Poskesdes Tonrong Rijang Bidan Hikmah, Kepala Pustu Tonrong Rijang Hj. Mannasia, serta Penanggung Jawab Program Kesehatan Olahraga (Kesorga) Puskesmas Baranti, Bidan Anti.

Rangkaian kegiatan diawali dengan pemeriksaan kesehatan meliputi pengukuran tekanan darah, lingkar perut, dan berat badan peserta. Pemeriksaan tersebut menjadi bagian dari pemantauan rutin bagi peserta Prolanis yang memiliki risiko penyakit kronis.

Usai pemeriksaan kesehatan, peserta mengikuti senam sehat yang dipandu langsung oleh Bidan Anti. Aktivitas fisik tersebut menjadi salah satu langkah sederhana namun efektif untuk membantu mengendalikan tekanan darah dan menjaga kebugaran tubuh.

Mahasiswa KKN-PK Unhas kemudian melanjutkan kegiatan dengan memberikan edukasi kesehatan melalui program GESIT. Materi yang disampaikan mencakup pengenalan hipertensi, faktor risiko, komplikasi yang dapat ditimbulkan, hingga berbagai langkah pencegahan dan pengendalian penyakit tersebut.

Peserta juga diberikan pemahaman mengenai pentingnya membatasi konsumsi garam, rutin berolahraga, menjaga berat badan ideal, mengelola stres, melakukan pemeriksaan kesehatan berkala, serta disiplin mengonsumsi obat sesuai anjuran tenaga kesehatan. Selain itu, masyarakat diperkenalkan dengan prinsip CERDIK sebagai panduan pencegahan penyakit tidak menular.

Penanggung jawab program GESIT, A. Nurazizah MS, mengatakan pemilihan tema hipertensi didasarkan pada tingginya angka kasus hipertensi yang ditemukan di Desa Tonrong Rijang.

“Program GESIT memanfaatkan momentum kegiatan Prolanis untuk menggabungkan edukasi hipertensi dan senam sehat dalam satu rangkaian kegiatan. Kami berharap masyarakat semakin sadar pentingnya menjaga tekanan darah tetap terkendali melalui pola hidup sehat,” ujarnya.

Sementara itu, Kepala Pustu Tonrong Rijang, Hj. Mannasia, memberikan apresiasi terhadap inisiatif mahasiswa KKN-PK Unhas yang mengangkat isu kesehatan yang dekat dengan kehidupan masyarakat.

“Kami sangat mengapresiasi kolaborasi yang dilakukan mahasiswa bersama tenaga kesehatan. Semoga informasi yang diberikan dapat diterapkan masyarakat dalam kehidupan sehari-hari sehingga kesehatan mereka tetap terjaga,” katanya.

Melalui kolaborasi antara mahasiswa KKN-PK Universitas Hasanuddin Gelombang 69, Poskesdes Tonrong Rijang, Pustu Tonrong Rijang, Puskesmas Baranti, dan Pemerintah Desa Tonrong Rijang, program GESIT diharapkan mampu memperkuat upaya promotif dan preventif di tingkat desa. Dengan meningkatnya kesadaran masyarakat, angka kasus hipertensi diharapkan dapat ditekan sehingga kualitas kesehatan warga semakin baik. (*)

Topik Terkait:
Artikel ini termasuk dalam kategori Berita Sidrap Hari Ini .
Temukan berita terbaru dan terkini seputar Sidrap hanya di Katasulsel.com

👉 Lihat semua berita Sidrap terbaru di sini