Maros, Katasulsel.com – Mutasi besar di jajaran Polda Sulawesi Selatan tak hanya menghadirkan wajah-wajah baru di kursi Kapolres. Di Kabupaten Maros, perhatian tertuju pada satu nama yang selama ini akrab dengan dunia penyidikan dan pengungkapan kasus kriminal.

Adalah AKBP Devi Sujana, perwira yang sebelumnya menjabat Kasatreskrim Polrestabes Makassar, kini dipercaya mengemban amanah sebagai Kapolres Maros berdasarkan Surat Telegram Rahasia Kapolri tertanggal 25 Juni 2026.

Penunjukan tersebut menjadi menarik karena Devi Sujana datang bukan dari jalur komando kewilayahan, melainkan dari “dapur” reserse yang selama ini dikenal sebagai salah satu unit paling sibuk dan menantang di Sulawesi Selatan.

Bagi kalangan kepolisian, perpindahan dari kursi Kasatreskrim Polrestabes Makassar ke jabatan Kapolres merupakan langkah strategis yang menandai peningkatan tanggung jawab sekaligus kepercayaan pimpinan terhadap kapasitas seorang perwira.

Maros sendiri bukan wilayah biasa. Kabupaten yang menjadi gerbang utara Kota Makassar itu memiliki karakteristik unik. Selain menjadi kawasan penyangga ibu kota provinsi, Maros juga menjadi pintu masuk utama Sulawesi Selatan melalui Bandara Internasional Sultan Hasanuddin.

Di sisi lain, Maros terus berkembang sebagai kawasan industri, pariwisata, dan pemukiman, sehingga tantangan keamanan juga semakin kompleks.

Karena itu, kehadiran AKBP Devi Sujana dinilai membawa harapan baru. Pengalamannya menangani berbagai perkara kriminal di Makassar diperkirakan akan menjadi modal penting dalam memimpin jajaran Polres Maros.

Mutasi ini sekaligus mengakhiri masa kepemimpinan Kapolres sebelumnya dan membuka babak baru bagi institusi kepolisian di daerah yang dikenal sebagai rumah bagi kawasan karst terbesar kedua di dunia tersebut.

Jika selama ini namanya lebih banyak muncul dalam berita-berita pengungkapan kasus, kini AKBP Devi Sujana akan diuji dalam peran yang lebih luas: memimpin seluruh roda organisasi kepolisian di Maros, menjaga keamanan wilayah, sekaligus membangun kedekatan dengan masyarakat.

Perjalanan baru pun dimulai. Dari ruang penyidikan di Makassar, menuju kursi komando di Bumi Butta Salewangang. Sebuah promosi yang bukan hanya perpindahan jabatan, tetapi juga perubahan medan pengabdian. (*)