“Kalau kita melihat arah pembangunan yang telah dicanangkan, target pertumbuhan ekonomi sekitar 7 persen merupakan target jangka menengah-panjang. Tetapi faktanya, angka 7,71 persen sudah dicapai pada tahun pertama pemerintahan Bupati Syaharuddin Alrif dan Wakil Bupati Nurkanaah,” jelasnya.
Capaian tersebut, menurut Abdul Jabbar, menunjukkan adanya percepatan yang tidak hanya ditentukan oleh pemerintah, tetapi juga oleh keterlibatan berbagai elemen masyarakat.
“Artinya, orkestrasi antara pemerintah daerah, dunia usaha, petani, peternak, pelaku UMKM, masyarakat, akademisi, pemuda dan berbagai stakeholder berjalan. Pemerintah tidak bekerja sendiri,” katanya.
Hal tersebut sejalan dengan keterangan Pemkab Sidrap dalam forum bersama Bappenas yang menyebut capaian pertumbuhan ekonomi 7,71 persen lahir dari sinergi berbagai unsur pembangunan, termasuk pemerintah, ulama dan dunia usaha.
14 Program Prioritas Jadi Instrumen Percepatan
Abdul Jabbar juga mengaitkan capaian ekonomi tersebut dengan implementasi 14 program prioritas Pemerintah Kabupaten Sidrap yang dicanangkan di bawah kepemimpinan Syaharuddin Alrif dan Nurkanaah.
Program tersebut antara lain BPJS Kesehatan Gratis, Pendidikan Unggul, Pupuk Lancar, Listrik Masuk Sawah, Harga Komoditas Stabil, Peternakan dan Perikanan Sukses, UMKM Maju, Tersedianya Lapangan Kerja, Jalan Mulus, Sidrap Aman dan Religius, Anak-anak Sidrap Sehat, Pengembangan Potensi Wirausaha Generasi Z dan Milenial, ASN/Perangkat Desa Sejahtera, serta Sidrap Bersih dan Tangguh Bencana.
“14 program prioritas itu menurut kami bukan sekadar daftar program. Ketika diterjemahkan ke dalam kebijakan dan dirasakan masyarakat, maka program tersebut menjadi instrumen untuk mempercepat pembangunan,” kata Abdul Jabbar.
Ia mencontohkan sektor pertanian dan peternakan yang menjadi kekuatan utama ekonomi Sidrap. Program peningkatan produktivitas, ketersediaan pupuk, infrastruktur pendukung pertanian serta hilirisasi menjadi bagian dari upaya meningkatkan nilai tambah ekonomi masyarakat.
Data pemerintah daerah menunjukkan bahwa pada 2025 produksi padi GKP mencapai sekitar 679.772 ton, produksi jagung sekitar 109.908 ton, sementara produksi telur mencapai sekitar 53,4 juta kilogram.
Bukan Hanya Pertumbuhan, tetapi Dampaknya
Bagi Karang Taruna, pertumbuhan ekonomi tidak boleh berhenti pada statistik. Pertumbuhan harus diterjemahkan menjadi peningkatan kesejahteraan, penciptaan lapangan kerja, pengurangan kemiskinan dan semakin luasnya kesempatan masyarakat untuk berkembang.
Karena itu, Abdul Jabbar menilai capaian ekonomi harus dibaca bersama dengan indikator sosial lainnya.
Pemerintah Kabupaten Sidrap melaporkan bahwa angka kemiskinan turun menjadi 4,91 persen pada 2025, sementara berbagai program sosial, pendidikan dan kesehatan juga terus dijalankan.
“Bagi kami, ukuran keberhasilan pembangunan bukan hanya pertumbuhan ekonominya tinggi. Tetapi apakah petani semakin produktif, UMKM semakin berkembang, anak-anak mendapatkan pendidikan, masyarakat memperoleh layanan kesehatan, lapangan kerja terbuka dan kelompok masyarakat yang rentan mendapatkan perlindungan,” ujarnya.
Penghargaan Menguatkan Capaian
Capaian tersebut juga diikuti penghargaan dari Pemerintah Provinsi Sulawesi Selatan. Pada Maret 2026, Pemkab Sidrap menerima penghargaan kategori Laju Pertumbuhan Produk Domestik Regional Bruto (PDRB) dari Pemprov Sulsel, bersamaan dengan penghargaan lainnya.
Bagi Abdul Jabbar, penghargaan tersebut merupakan bentuk pengakuan terhadap kerja kolektif seluruh elemen masyarakat Sidrap.
