“Penghargaan pemerintah itu penting sebagai pengakuan institusional. Tetapi yang jauh lebih penting adalah bagaimana capaian tersebut kita pertahankan dan terus ditingkatkan agar manfaatnya semakin luas,” katanya.
Dari Sidrap untuk Indonesia
Atas berbagai capaian tersebut, Abdul Jabbar menegaskan bahwa gelar “Bapak Percepatan Pertumbuhan Ekonomi Daerah di Indonesia” yang disematkan kepada Bupati Syaharuddin Alrif merupakan bentuk apresiasi moral atas kepemimpinan dan orkestrasi pembangunan yang berlangsung di Sidrap.
Namun, ia menegaskan bahwa gelar tersebut pada hakikatnya tidak hanya ditujukan kepada Bupati.
“Kalau hari ini kami memberikan gelar kepada Bapak Bupati sebagai Bapak Percepatan Pertumbuhan Ekonomi Daerah di Indonesia, sesungguhnya kami sedang memberikan penghormatan kepada seluruh masyarakat Sidrap. Karena angka 7,71 persen itu lahir dari kerja bersama,” tegasnya.
Ia menyebut petani, peternak, pedagang, pelaku UMKM, ASN, DPRD, kepala desa, pemuda, perempuan, dunia usaha, akademisi, tokoh agama, organisasi kemasyarakatan hingga seluruh masyarakat merupakan bagian dari ekosistem pembangunan tersebut.
“Bupati adalah orkestratornya, pemerintah adalah penggeraknya, tetapi masyarakat adalah pemain utamanya. Karena itu, capaian ini harus kita jaga sebagai milik bersama,” ujarnya.
Abdul Jabbar berharap Sidrap tidak berhenti menjadi daerah dengan pertumbuhan ekonomi tinggi, tetapi terus bergerak menjadi pusat pertumbuhan ekonomi baru yang inklusif, berkelanjutan dan berbasis potensi lokal.
“Dari Sidrap kita ingin menunjukkan bahwa daerah dengan potensi lokal yang kuat, kepemimpinan yang mampu mengorkestrasi, kolaborasi yang solid dan partisipasi masyarakat yang tinggi dapat menciptakan percepatan pembangunan. Inilah semangat Sidrap Maju dan Sejahtera,” pungkasnya. (*)
