Saat dikonfirmasi di lokasi, salah seorang pegawai SPBU menyebutkan bahwa tidak adanya pelayanan sementara waktu disebabkan proses pergantian sif atau pergantian petugas yang sedang bertugas.
Namun demikian, alasan tersebut dinilai belum cukup menjawab keluhan masyarakat.
Sejumlah pengendara berharap manajemen SPBU memiliki sistem yang lebih baik agar pergantian sif tidak menyebabkan terhentinya pelayanan kepada konsumen.
“Kalau memang pergantian sif, seharusnya ada petugas pengganti yang langsung masuk. Jangan sampai semua berhenti bersamaan sehingga masyarakat yang jadi korban menunggu,” kata seorang pengendara lainnya.
Keluhan masyarakat juga mengarah pada perlunya evaluasi dari pihak Pertamina terhadap standar pelayanan yang diterapkan SPBU, khususnya terkait manajemen operasional dan pelayanan pelanggan.
Hingga berita ini diturunkan, Pengawas SPBU Tanete, Iwan, yang dihubungi untuk dimintai konfirmasi terkait keluhan masyarakat dan terhentinya pelayanan saat antrean panjang berlangsung, belum memberikan tanggapan.
Masyarakat berharap kejadian serupa tidak terulang kembali mengingat SPBU merupakan fasilitas pelayanan publik yang menjadi kebutuhan vital masyarakat.
Pelayanan yang cepat, profesional, dan berkesinambungan dinilai menjadi hal penting untuk menjaga kenyamanan konsumen sekaligus menjaga kepercayaan masyarakat terhadap layanan distribusi bahan bakar di Kabupaten Sidrap.(*)
