Luwu Timur, Katasulsel.com — Malam di Desa Cendana, Kecamatan Burau, awalnya berjalan seperti biasa. Suara air sungai mengalir pelan. Udara dingin turun perlahan. Tak ada yang menyangka, tepian sungai itu kemudian berubah menjadi lokasi penemuan jasad seorang pria asal Kabupaten Wajo.

Pria berinisial SA, 38 tahun, ditemukan dalam kondisi tak bernyawa pada Sabtu malam, 23 Mei 2026. Tubuhnya ditemukan di pinggir sungai dengan selang terlilit di leher. Warga sekitar mendadak geger. Kabar itu cepat menyebar dari mulut ke mulut.

Korban diketahui merupakan warga Kecamatan Tempe, Kabupaten Wajo. Namun beberapa waktu terakhir ia disebut berada di Burau, mendatangi keluarganya. Dugaan sementara, korban tengah menghadapi persoalan rumah tangga yang membuat kondisi psikologisnya terganggu.

Ada sisi sunyi dari peristiwa ini. Sebelum ditemukan meninggal, keluarga ternyata sempat berupaya mencari korban. Informasi pencarian bahkan telah disebarkan melalui pesan WhatsApp kepada kerabat lainnya. Namun pencarian itu berakhir pilu.

Camat Paling Merakyat Versi Pembaca

Polling ini partisipatif, bukan survei ilmiah. Indikator : Sisi kedekatan dengan warga, respons terhadap masalah, hingga dukungan pada aktivitas sosial dan ekonomi lokal.

Polling ini partisipasi pembaca, bukan survei ilmiah.

1 perangkat/IP = 1 suara

Memuat 3 besar...

Saat ditemukan, tubuh korban sudah kaku di tepian sungai.

Aparat kepolisian setempat kemudian melakukan penanganan awal. Kapospol Burau, AKP Ahmar Wijaya, menyebut korban selanjutnya dipulangkan ke kampung halamannya di Kabupaten Wajo atas permintaan keluarga.

Pihak keluarga juga dikabarkan menolak dilakukan autopsi.

Peristiwa ini kembali menjadi pengingat bahwa persoalan rumah tangga dan tekanan hidup kadang berjalan diam-diam. Tidak terdengar. Tidak terlihat. Tetapi perlahan menggerus seseorang dari dalam.

Di banyak daerah, sungai sering menjadi saksi bisu banyak cerita. Ada yang datang untuk mencari ikan. Ada yang menepi untuk menenangkan diri. Namun di Burau malam itu, sungai justru menyimpan kisah paling getir.

Warga sekitar masih membicarakan kejadian tersebut hingga Minggu pagi. Sebagian mengaku tidak menyangka korban mengakhiri hidup dalam kondisi tragis seperti itu.

Kasus itu kini masih menyisakan duka mendalam bagi keluarga korban. Sementara aparat memastikan penanganan dilakukan berdasarkan keterangan keluarga dan hasil pemeriksaan awal di lokasi kejadian. (*)

Editor
Mengawal akurasi dan kedalaman berita